"Jika kondisi keamanan di bulan-bulan mendatang terus stabil seperti saat ini, maka target tersebut bukanlah mustahil untuk dicapai," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Ir Jero Wacik, SE, pada pembukaan Pameran "Gebyar Wisata Nusantara 2005" di Jakarta, Kamis (12/5).
Menurut Jero Wacik, industri pariwisata memang sangat peka dengan situasi keamanan, beberapa gangguan selama tiga tahun terakhir seperti tragedi bom Bali, bom Kuningan, kerusuhan di beberapa daerah serta bencana tsunami, sempat mengakibatkan industri pariwisata terpuruk.
Tetapi, Jero Wacik menambahkan, dengan partisipasi dan dukungan dari semua pihak, maka permasalahan tersebut hendaknya tidak lagi mengancam industri pariwisata Indonesia.
"Sewaktu Konferensi Asia-Afrika diselenggarakan beberapa waktu lalu, banyak orang yang menanyakan apa kontribusi acara tersebut secara langsung bagi masyarakat, padahal jawabannya mudah saja. Kesuksesan menyelenggarakan acara internasional adalah suatu jaminan terhadap keamanan negara," katanya.
Puluhan kepala negara dan pemerintahan yang berjalan kaki dengan aman di jalanan di Jakarta atau Bandung, kata Jero Wacik. Dia menambahkan, itu adalah suatu bukti nyata bahwa Indonesia sangat aman.
"Gaungnya tentu akan ke seluruh dunia. Jika orang Jepang misalnya melihat pemimpinnya jalan kaki dengan aman di Indonesia, maka mereka akan menyambutnya dengan positif sehingga tidak takut lagi ke Indonesia," ujarnya.
Menurut Jero Wacik, sektor pariwisata adalah sektor pertama yang memperoleh keuntungan langsung dari kesuksesan acara-acara seperti itu.
"Penginapan penuh, restoran ramai, penyedia jasa meraup sukses, semua diuntungkan," katanya.
Sementara dari sisi wisatawan nusantara (winus), Jero Wacik mengatakan, Depbudpar menargetkan pendapatan sebesar Rp100 triliun pada 2005 meningkat apabila dibandingkan dengan pendapatan 2004 yang sebesar Rp87 triliun
Menurut Deputi Bidang Pemasaran Depbudpar, Udin Syaefuddin, Depbudpar menargetkan jumlah wisnus pada 2005 mencapai 109,9 juta orang dengan pengeluaran Rp86,6 triliun, meningkat dari tahun 2004 yang mencapai 108,3 juta dengan belanja mencapai Rp77,8 triliun.
Lalu pada 2006 diharapkan jumlah wisnus mencapai 111,4 juta orang dengan pengeluaran mencapai Rp90,2 triliun dan mencapai 113 juta orang pada 2007 dengan pengeluaran Rp94,5 triliun. (*/dar)