"Kami mencentak ulang lebih dari 300.000 copi buku-bukunya dan dalam dua hari pertama kami telah menjual habis seluruh copi yang ada," katanya. "Hampir seluruh 300.000 copi yang kami cetak ulang itu telah dipesan."
Penerbit nir-laba yang berpusat di San Francisco itu mulai mencetak karya Ratzinger seperempat abad lalu dalam upaya menyebarluaskan karya ahli agama terkemuka di Eropa.
Saat para kardinal memilih Ratzinger untuk menggantikan Paus John Paul II, Ignatius Press menikmati kenaikan besar dalam permintaan akan buku karya paus baru tersebut.
"Kami memiliki figur unik dalam paus ini yang juga sangat aktif menulis sebelum menjadi paus," kata Brumley.
"Selama ini Anda tidak memiliki pria yang terpilih sebagai paus yang telah menulis tiga lusin buku seperti yang dilakukan Joseph Ratzinger."
Di antara karyanya yang sangat populer adalah 'Salt of the Earth', transkrip dari wawancara panjang yang dilakukannya hampir satu dasawarsa lalu, dan volume pertama memoarnya.(*/dar)