Tim asuhan Paul Le Guen, yang mengalahkan Ajaccio 2-1, Minggu (08/05) untuk mengikuti St Etienne (1967-1970) dan Marseille (1989-1992) meraih gelar juara empat kali berturut-turut itu, tengah mengincar tiga rekor baru.
Pertama, tiga kemenangan di pertandingan terakhir akan memberi mereka poin 81, melebihi rekor Nantes (1995) dan Monaco (1997) yang merebut 79 poin. Kedua, jika mereka berhasil mempertahankan selisih 11 poin dengan peringkat kedua Lille, mereka juga akan membuat rekor selisih terbesar.
Ketiga, jika Lyon tidak kebobolan hingga pertandingan terakhir mereka, Lyon akan menyamai rekor kebobolan terkecil yang diukir Marseille pada musim 1991/1992 dengan 21 gol kemasukan.
Peringkat keempat Marseille akan bertandang ke Auxerre, Sabtu untuk memperebutkan posisi ketiga yang berarti jatah ke liga Champions musim depan.
Namun, kiper Fabien Barthez terpaksa absen dalam tiga pertandingan Marseille karena dilarang bermain sehingga tidak akan dipasang pelatih Phillipe Troussier untuk mengejar selisih lima poin dengan peringkat ketiga, Monaco.
Sedangkan Auxerre, yang hanya dua poin di belakang Marseille berharap dapat menempati posisi empat di akhir musim yang berarti lolos ke Piala UEFA, meskipun mereka sebenarnya juga bisa meraih jatah itu jika mengalahkan Sedan pada babak final French Cup pada 4 Juni.
Paris Saint Germain tengah mengincar kemenangan pertama bagi presiden baru Pierre Blayau saat menghadapi Sochaux di kandang, Sabtu, menyusul kekalahan mereka dari Lille dalam pertandingan pertama Blayau sebagai presiden.
Meskipun PSG yang berada di peringkat ketujuh hampir dipastikan tidak akan berkompetisi Piala UEFA, mereka masih bisa ikut lewat Piala Intertoto dan kapten Jose Pierre-Fanfan berjanji mereka akan sangat termotivasi untuk merebut tiga poin.
Sedangkan di papan bawah, Ajaccio dan Nice, yang hanya terpaut satu poiun dari zona degradasi, akan saling berhadapan untuk memperoleh poin yang akan mencegah mereka terlempar ke divisi kedua. (*/lpk)