Langkah itu dilakukan sejalan dengan dicanangkannya 2005 sebagai tahun `pelayanan`, menurut Dirut PT BBJ Hasan Zein Mahmud dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (14/5).
Pengembangan sistem tersebut, juga merupakan upaya BBJ menyikapi peningkatan volume perdagangan yang cukup pesat, yakni dari 33.371 lot tahun 2000 menjadi 999.028 lot tahun 2004 atau meningkat sekitar 30 kali lipat.
Dikatakannya, dalam JAFeTS2 proses validasi dan pembaruan transaksi akan berlangsung lebih cepat selain menyediakan kemudahan berupa akses cepat ke modul yang biasa dilakukan.
Untuk informasi harga pasar yang sebelumnya hanya bisa satu bulan kontrak, sekarang dapat dilihat untuk semua bulan kontrak dan dapat disusun berdasarkan kategori kontrak.
JAFeTS juga menyediakan fasilitas manajemen resiko yaitu berupa pengaturan batas posisi terbuka yang diijinkan untuk dimiliki oleh pedagang. Selain itu juga memiliki fasilitas manajemen resiko berupa fasilitas stop order.
"Jika selama ini fasilitas stop order hanya dapat dilakukan secara manual oleh pialang, maka saat ini JAFeTS2 dapat melaksanakan fasilitas stop order secara otomatis dari komputer. Fasilitas itu terutama digunakan untuk membatasi kerugian yang mungkin timbul," kata Hasan.
Satu hal terpenting dari pengembangan baru ini adalah pengembangan fasilitas "remote trading", dimana nanti transaksi dapat dilakukan langsung dari mana saja. Sehingga, tidak harus di lantai perdagangan yang tidak saja untuk kontrak keuangan tapi juga non keuangan.
Selama ini salah satu kendala dari terhambatnya kontrak non keuangan dan peningkatan likuiditas kontrak non keuangan adalah sebagian dari pelaku pasar mengharapkan dapat bertransaksi langsung dari tempat masing-masing.
"Diharapkan paling lambat sebelum akhir tahun ini, fasilitas remote trading dapat selesai," tambahnya.
Selain mengusahakan fasilitas remote trading untuk membantu peningkatan likuiditas kontrak non keuangan, untuk pertama kalinya pada 20 April 2005, BBJ memfasilitasi lelang perdagangan fisik olein.
Meskipun pada lelang pertama hanya terjadi 10 lot dengan satuan satu lot sebesar 20 ton pada harga Rp4.215 per kg namun BBJ berharap nantinya akan semakin banyak pialang yang memanfaatkan fasilitas ini.
Perkembangan volume pada April 2005 di BBJ menunjukkan kinerja baik. Perkembangan total volume yang diperdagangkan pada April 2005 jika dibanding Maret 2005 naik 7,11% atau 21.202 lot dari 298.172 lot Maret 2005 menjadi 319.374 lot April 2005. (*/bun)