Usul tersebut termuat dalam suatu pesan yang dikirim oleh ketua delegasi Korut bagi perundingan tingkat-tinggi antar-Korea, Penasehat Senior Kabinet Kwon Ho Ung, kepada timpalannya dari Korsel Menteri Unifikasi Chung Dong-Young.
"Kami dengan senang hati memberitahu anda bahwa kami akan mengirim tiga anggota delegasi dan tiga anggota pendamping ke Kaesong dari 16 hingga 17 Mei untuk melakukan perundingan tingkat-kerjasama," ujar Kwon.
Kwon menyatakan tindakan itu didorong oleh keinginan untuk menempatkan hubungan antar-Korea kembali pada jalur yang normal dalam gagasan dari bangsa kami sendiri segera. Usul bagi perundingan dengan Seoul dikemukakan setelah pemimpin nomor dua Korut, Kim Yong-Nam, dan PM Korsel Lee Hae-Chan sepakat mengenai perlunya dimulainya lagi perundingan antar-Korea ketika mereka menghadiri suatu pertemuan puncal para pemimpin Asia dan Afrika di Jakarta bulan lalu.
Perundingan antara pemerintah kedua Korea itu telah terhenti sejak Juni tahun lalu ketika Korsel melarang para aktivis mengunjungi Pyongyang untuk memperingati 10 tahun kematian bapak pendiri Korut, Kim Il-sung, pada bulan Juli.
Hubungan antar-Korea juga bertambah meregang karena sikap keras kepala Pyongyang untuk mengembangkan senjata nuklir dan pengangkutan sebanyak 468 pembelot Korut oleh Seoul dari Vietnam tahun lalu. (ids/tut)