"Ganda campuran adalah kuncinya, kalau mereka menang akan lebih mudah bagi yang lain," ujar pelatih tunggal putri Indonesia, Hendrawan saat memberi keterangan pers seusai pertandingan.
Menurut Hendrawan kemenangan pasangan Nova Widianto/Lilyana Natsir 15-4, 15-7 atas Jens Eriksen/Kamilla Rytter Juhl, diikuti Taufik Hidayat yang mengalahkan Peter Gade 15-10, 15-3 membuka peluang lebih besar bagi kemenangan pemain tunggal putri, Fransisca Ratnasari saat menghadapi Camilla Sorensen.
Bagusnya penampilan pasangan campuran itu, menurut pelatihnya Richard Mainaky karena mereka telah dipersiapkan untuk menghadapi permainan kidal Jens Eriksen dengan melawan Flandy Limpele saat latihan.
"Saya memang sudah siapkan Nova/Lilyana untuk mengatasi kidalnya Jens Eriksen dengan latihan melawan Flandy," katanya.
Richard juga mengatakan bahwa permainan Lilyana sangat bagus terutama pada pertahanan di bagian depan dan mereka mampu menyerang sejak awal.
Kemenangan Fransisca pada pertandingan tiga set 3-11, 11-8, 11-2 atas Camilla itu memastikan tim Indonesia maju ke final untuk yang keenam kalinya setelah 1989, 1991, 1993, 1995, dan 2001, untuk menghadapi salah satu diantara Cina dan Korea yang akan bertanding Sabtu malam.
Khusus pada tunggal putri yang sejak awal dianggap sebagai kartu mati dan tidak dipertimbangkan dapat menyumbang angka, Hendrawan yang juga pelatih Fransisca mengatakan telah mempersiapkan kemenangan bagi pemainnya menyusul cederanya tunggal putri andalah Denmark Tine Rasmussen.
"Untuk tunggal putri kami memang merencanakan untuk menang setelah Tine Rasmussen cedera. Mungkin ini semacam berkah bagi kami. Setelah Tine cedera bagi kami lebih mudah untuk menang," kata Hendrawan.
Pelatih tim Denmark Steen Pedersen yang memberi keterangan pers bersamaan dengan tim Indonesia mengakui bahwa penampilan pemain-pemain Indonesia memang lebih baik dari timnya sehingga layak untuk menang.
"Tim Indonesia tampil sangat bagus hari ini, mereka bermain lebih baik dari kami hari ini sehingga menang. Selamat," ujar Steen tanpa didampingi satu pemain Denmark pun.
Menjawab pertanyaan wartawan soal kekalahan Peter Gade, apakah dipengaruhi oleh kekecewaan pemain peringkat tiga dunia itu terhadap hakim garis yang dianggap kurang teliti, Steen mengatakan, "Saya kira alasan Peter Gade kalah hari ini adalah karena Taufik bermain lebih baik. Jika ia terpengaruh oleh tindakan hakim garis seharusnya itu tidak terjadi."
Steen yang juga mengharapkan pasangan campuran Jens Eriksen/Kamilla Rytter Juhl sebagai kunci kemenangan, mengakui bahwa pasangan Nova/Lilyana tampil lebih baik.
"Indonesia mempunyai pasangan bagus, sehingga kami mendapat banyak tekanan," katanya.
Patahkan mitos
Kemenangan pemain tunggal putri Fransisca Ratnasari atas Camilla Sorensen yang sekaligus memastikan tim Indonesia lolos ke final Piala Sudirman setelah unggul 3-0 atas Denmark, mematahkan mitos bahwa sektor putri tidak dapat diandalkan pada turnamen ini.
Sejak awal, Ketua Umum PB PBSI, Sutiyoso mengatakan bahwa tunggal putri dan ganda putri tidak bisa diharapkan karena menang ranking mereka sangat jauh.
Namun akhirnya ia memuji keberhasilan Fransisca yang akrab disapa Nana yang berhasil menyumbang angka.
"Nana mainnya bagus memang sejak awal ada harapan juga bisa menang karena pemain terbaik Denmark tidak main, ternyata kita bisa mendapat poin dari sini," kata Sutiyoso yang mengaku lega target ke semifinal bisa tercapai.
Selanjutnya, katanya ia tidak akan membebani target apa-apa bagi para pemain. "Biar mereka bermain lepas saja, tidak ada beban. Dengan main bebas mereka bisa tampil lebih baik," tambahnya.
Dalam pertandingan tiga set tersebut, Fransisca menang 3-11, 11-8, 11-2 atas Camilla Sorensen.
Tertinggal sejak awal, Fransisca yang banyak melakukan kesalahan harus kehilangan set pertama dari pemain Denmark tersebut.
Namun pemain yang sebenarnya tidak diunggulkan, bahkan dianggap sebagai kartu mati pada tim Indonesia itu justru dapat memperbaiki kesalahan sehingga mampu merebut set kedua 11-8.
Pada set ketiga, Nana yang langsung memimpin 4-0 terus melaju dan hanya memberi kesempatan Camilla meraih dua angka sebelum menutup pertandingan untuk kemenangan Indonesia.
Pengembalian bola dari Camilla yang keluar memastikan kemenangan Indonesia ke final untuk berhadapan dengan pemenang pertandingan semifinal lainnya antara Cina dan Korea.
Sebelumnya pasangan Nova Widianto/Lilyana Natsir dan Taufik Hidayat juga menyumbangkan angka bagi kemenangan Indonesia.
Pasangan ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir menyumbang angka pertama dengan mengalahkan ganda campuran Denmark Jens Eriksen/Kamila Rytter Juhl dua set langsung 15-4, 15-7.
Pada set pertama Nova/Lilyana memimpin 1-0 saat perpindahan servis pertama diikuti poin berikutnya 4-0.
Kedua pemain yang bermain dengan pertahanan sangat rapat itu dengan mudah mengumpulkan angka hingga 14-4.
Denmark hanya mampu menambah satu angka sebelum set pertama ditutup 15-4.
Set kedua berjalan agak imbang dengan perolehan angka agak berat di poin-poin awal. namun setelah berhasil memimpin 6-4 pasangan peirngkat enam dunia/ Nova/Lilyana melaju hingga 12-4.
Saat mendapat giliran servis pasangan Denmark memperpendek jarak hingga 7-12 sebelum pengembalian bola Kamila yang menyangkut di net menyudahi pertandingan untuk kemenangan Nova/Lilyana.
Pasangan Nova/Lilyana banyak mendapat keuntungan dari kekurangakuratan pasangan Eriksen/Juhl dalam mengontrol bola masuk. Beberapa poin diraih pasangan Indonesia berkat bola masuk yang dikira keluar oleh Jens.
Kedua pemain Denmark tersebut juga sering melakukan pukulan yang menyangkut di net sehingga menambah angka bagi pasangan Indonesia.
Pebulutangkis tunggal putra Taufik Hidayat mempertajam keunggulan Indonesia menjadi 2-0 atas Denmark setelah mengalahkan peringkat tiga dunia Peter Gade dua set langsung 15-10, 15-3.
Kemenangan ini menambah kemenangan Taufik atas Gade menjadi tiga kemenangan berturut-turut setelah sebelumnya unggul pada Olimpiade 2004 dan Jepang Terbuka 2005.
Namun secara total dari 10 pertemuan sebelumnya, tujuh diantaranya dimenangi pemain Denmark tersebut.
Sempat unggul 7-4 pada set pertama Taufik terkejar hingga kedudukan sama 8-8, namun setelah itu ia menambah tiga angka menjadi 11-8.
Smes Taufik pada kedudukan 11-10 menghentikan tambahan angka Gade, namun pada kedudukan tersebut tidak ada penambahan angka bagi kedua pemain dalam lima kali pindah servis.
Saat Taufik mendapat giliran servis berikutnya, ia berhasil menambah angka dan menyudahi set pertama 15-10 saat kembali pukulan smesnya tidak terjangkau Gade.
Set kedua berjalan lebih mudah bagi Taufik yang langsung unggul 8-0.
Gade yang bermain tidak sebaik pada set pertama hanya berkesempatan mengumpulkan tiga angka sebelum pengembalian bola yang dilakukan Gade keluar area lapangan yang membuat Taufik kembali unggul 15-3.
Setelah menang 3-0, dua partai terakhir antara ganda putra candra Wijaya/Sigit Budiarto dan Lars Paaske/Jonas Rasmussen dan ganda putri Jo Novita/Greysia Polii melawan Helle Nielsen/Kamilla Ritter Juhl tidak dipertandingkan.
Berikut hasil lengkap pertandingan semifinal Indonesia melawan Denmark:
Indonesia vs Denmark 3-0 Ganda campuran: Nova Widianto/Lilyana Natsir vs Jens Eriksen/Kamilla Rytter Juhl 15-4, 15-7 Tunggal putra: Taufik Hidayat vs Peter Gade 15-10, 15-3 Tunggal putri: Fransisca Ratnasasi vs Camilla Sorensen 3-11, 11-8, 11-2. (*/lpk)