"Tonny Prabowo membatalkan tampil di FSS karena biolisnya pada saat bersamaan tampil di AS. Kalau mencari biolis lain kan lama menyesuakan dengan Tonny, akhirnya mencari yang lain," kata pimpinan proyek bidang musik FSS 2005, Nazar Bethati di Surabaya, Senin (16/5).
Ia menjelaskan, meskipun selama ini Dewa Budjana tampil sebagai personel grup musik pop, namun di FSS ia akan tampil dengan konsep musik kontemporer, sesuai dengan konsep dasar musik di FSS 2005 .
Sementara kelompok musik Kua Etnika juga dijadwalkan akan tampil untuk meramaikan kegiatan Festival Seni Surabaya (FSS) 15 Juni 2005 di Balai Pemuda pada sesi penutupan.
"Selama ini orang mengenal musiknya Jaduk itu Sinten Remen, padahal dia juga punya kelompok Kua Etnika," kata Nazar.
Ia menjelaskan, meskipun Jaduk sudah pernah tampil di depan publik Surabaya dengan kelompok Sinten Remen, namun dengan gerbong Kua Etnika ini baru merupakan yang pertama kalinya.
"Kua Etnika ini merupakan konsep musik kontemporer yang digarap lebih serius oleh Jaduk dan teman-temannya, sedangkan Sinten Remen hanya `dolanan` atau main-mainannya mereka," katanya.
Selain dari dalam negeri, musisi yang juga pakar musik asal Amerika Serikat Prof Dr Vincent McDermoutt dan grup musik Trio Dingo asal Australia juga memarakkan FSS.
"Prof McDermoutt itu kebetulan juga menjadi dosen pascasarjana di ISI Yogyakarta. Dia akan tampil bersama pakar musik dari ISI, yakni Dr Royke Kaopaha dan Dr Hadi Susanto," katanya.
Ia menjelaskan, ketiga pakar musik itu akan menampikan garapan musik kontemporer-klasik untuk menghibur masyarakat Surabaya. Karena merupakan gabungan kontemporer dengan konsep klasik, maka musik garapan mereka menjanjikan sebuah keunikan.
Menurut dia, Prof McDermoutt itu juga sering diundang untuk ditampil di luar negeri maupun menggarap karya musik. Saat ini dia sedang diundang ke Jepang untuk membina sekaligus mengajarkan seni gamelan pada sebuah sekolah seni di negeri Sakura itu.
Sementara grup Trio Dingo, kata Nazar, hingga kini belum menyebutkan konsep musik yang akan dimainkan di Surabaya. Hanya saja, kelompok yang diperkuat tiga musisi, yakni Roun Reives, Kim Sanders dan Boby Singh itu juga akan menyanjikan musik kontemporer.
Selain musisi asing, katanya, FSS 2005 juga akan menampilkan dua grup dari 12 grup musik asal Jatim yang mendaftar dalam kurasi dengan tim kurator yang diketuai I Wayan Sadra.
Kedua grup yang terpilih itu adalah Enco Gamelan Performance asal Surabaya dan Manual asal Surabaya. (*/dar)
Lihat Profil: Dewa Budjana