"Hari ini diputuskan adanya pembagian deviden sebesar 50% dari laba bersih perusahaan pada 2004 atau jatuhnya sebesar Rp152,88 per lembar saham," kata Komisaris Utama BRI, Rudjito usai pelaksanaan RUPS di Jakarta, Selasa (17/5).
Selama tahun 2004, BRI mencatat laba bersih sebesar Rp3,63 triliun atau naik 39,59% dibanding tahun 2003 yang mencapai Rp2,58 triliun.
Komposisi kepemilikan saham BRI saat ini adalah kepemilikan publik sebesar 40,50% dan kepemilikan oleh pemerintah sebesar 59,50%.
RUPS BRI juga menyetujui plafon piutang macet untuk dihapus tagih yaitu sebesar Rp732,96 miliar.
"Karena ini dihapus tagih, jadi tidak akan dilakukan penagihan lagi," kata Direktur Pengendalian Kredit BRI Gayatri Rawit Anggraeni.
Hapus tagih yang dilakukan adalah bagi debitur yang utangnya di bawah Rp5 miliar.
Mengenai kredit kepada Sawit Mas Group (Domba Mas Group), Gayatri menjelaskan, saat ini posisinya lancar baik untuk pembayaran pokok maupun bunganya.
Kredit ke kelompok usaha itu diberikan pada tahun 2001 dengan total kredit sebesar Rp1,1 triliun di mana pembayarannya berupa sharing sebesar 40% dari debitur.
"Lahan seluas 25.266 ha sudah seratus persen ditanami dengan pola inti plasma. Total outstanding utang ke inti sebesar Rp680 miliar, sementara ke plasma yang terdiri dari dua KUD dan 2.545 orang petani sebesar Rp73 miliar," katanya. (*/dar)