Pemain Perancis itu Senin (16/05) dinyatakan tidak dapat bermain akibat cedera otot pada pertandingan melawan Everton yang dimenangkan Arsenal 7-0. Padahal Henry baru sembuh dari cedera paha.
Ditambah dengan masih meragukannya kondisi striker Jose Antonio Reyes yang dalam penyembuhan cedera paha, tim berjuluk The Gunners itu kekurangan pilihan di lini depan menghadapi pertandingan di Stadion Millenium.
"Kedua kesebelasan menginginkan kemenangan dan tidak rela mengakhiri musim ini tanpa satu piala pun, namun kami yakin kami bermain lebih baik saat ini dan sangat percaya diri," kata Cole.
"Mereka telah mengalahkan kami tiga kali (musim ini), tapi mudah-mudahan kami dapat menggunakannya untuk mengalahkan mereka karena sangat penting bagi kami untuk mendapatkan trofi itu," lanjutnya.
"Jika anda bertanya kepada semua pemain, mereka akan berkata bahwa mereka menginginkan piala ini. Piala ini sangat bergengsi dan kami selalu bermain `full-team` karena manajer ingin meraih piala ini," katanya.
"Semakin besar lapangan, kami semakin ingin bermain, mengumpan dan bergerak, jadi kami sangat menantikan pertandingan itu dan hari itu akan menjadi hari yang baik untuk kami," ujarnya.
Komentar Cole (24) itu dikeluarkan pada hari yang sama ketika ia mulai menjalani dua hari pemeriksaan terkait kasus tuduhan pendekatan tak pantas yang dilakukan juara Liga Premier Chelsea dimulai.
Berdasarkan peraturan Liga Premier, sebuah klub dilarang mendekati seorang pemain yang masih terikat kontrak.
Januari lalu di sebuah hotel di London, dicurigai telah berlangsung pertemuan yang diikuti Cole (24), agennya Jonathan Barnett, Ketua Eksekutif Chelsea Peter Kenyon dan "agen-super" Pini Zahivi.
Setelah peristiwa itu bocor ke pers Inggris, Cole akhirnya dikenakan tuntutan berdasarkan Peraturan K5, yang mengatur masalah pendekatan pemain kepada sebuah klub.
Chelsea dituntut berdasarkan Peraturan K3 yang mengatur mengenai pendekatan klub terhadap pemain, sedangkan manajer Chelsea Jose Mourinho dituntut berdasarkan Peraturan Q yang mengatur tindakan pelatih.
Pemeriksaan, yang diharapkan berlangsung dua hari, diketuai oleh pensiunan hakim Mahkamah Tinggi Inggris Sir Phillip Otton. (*/lpk)