"Ini prestasi hebat bagi sepakbola Rusia. Diharapkan hal itu akan mendorong keberhasilan bagi negara kita," katanya. Sporting menguasai bola lebih dari 60% dan memenangi 15 tendangan pojok dibanding CSKA satu, tapi statistik itu menyesatkan. "Mereka bermain di kandang sendiri dan kami harus mampu bertahan terhadap serangan Sporting," kata Gazzayev tentang semangat timnya dalam 45 menit pertama.
Playmaker Brazil Daniel Carvalho yang merasa bersalah karena kekeliruannya menyebabkan Sporting lebih dulu memimpin, mencetak semua ketiga gol CSKA dan mengatakan, permainan rekan-rekannya menurun pada babak pertama. "Kami malu dengan permainan kami. Kami mengatakan, jika harus kalah, haruslah dengan terhormat."
"Pada babak kedua Anda melihat CSKA yang sebenarnya," katanya. Pelatih Sporting Jose Peseiro menyatakan kecewa atas kekalahan kedua setelah harapan klub Lisabon itu untuk merebut gelar Sabtu sirna setelah dihambat rival se kota Benfica. "Piala itu berada pada tangan yang tepat."
"Saya tidak mengira begitu besar perbendaan antara kedua tim. Saya mengatakan bahwa CSKA akan menjadi tim terkuat yang kita hadapi musim ini. Kami tahu kekuatan mereka, lebih-lebih dalam serangan balik, tapi kami mendominasi pada babak pertama dan kami tidak beruntung setelah turun minum."
Pelatih itu mengembalikan medali peraknya kepada ketua UEFA Lennart Johansson, tapi menjelaskan itu bukan penghinaan. "Hanya terdapat 25 medali dan saya memutuskan semuanya milik para pemain saya," katanya. "Saya tak ingin menyimpannya agar tidak mengganggu para pemain yang gagal." (*/tut)