< >

Tim Ahli Perusahaan KA Perancis Survey di NAD

Minggu, 22 Mei 2005 21:11
Kapanlagi.com - Tim ahli sebuah perusahaan perkeretaapian terbesar di Perancis (SNCF International), kini telah melakukan survey lapangan untuk mengetahui kelayakan pembangunan kereta api di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Kepala Dinas Perhubungan NAD, Ir.Usman Budiman menyatakan, tim ahli The Societe Nationale des Chemius de fer Francaise (SNCF) International tersebut telah melakukan survey ke beberapa kabupaten yang akan dijaluri kareta api. Daerah yang akan dijaluri kereta api adalah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie sejak 18 hingga 21 Mei 2005.

Sebelum melakukan survey, para tim ahli tersebut telah melakukan pertemuan dengan masing-masing pejabat bupati dan instansi terkait setempat untuk mengetahui potensi alam yang dimiliki setiap daerah yang dikunjungi. Adapun tujuan tim ahli SNCF mengadakan survey ke Aceh tersebut adalah dalam rangka mempelajari, menganalisa untuk melanjutkan pembangunan kereta api jalur Aceh - Sumut, yang terhenti sejak tahun 1973.

Apabila potensi alam disemua bidang seperti perkebunan, pertanian, industri, kehutanan, perikanan, keluatan dan pertambangan mendukung tentu pembangunan kembali KA Aceh akan segera terealisasi. Tugas tim SNCF ini mencari negara mana yang akan menanamkan modalnya untuk meneruskan kelanjutan pembangunan kereta api jalur Aceh - Sumut yang terbengkalai selama ini.

"Bila dari hasil survey ini memungkinkan, maka dalam bulan September 2005 program tersebut sudah mulai jalan," ujarnya. SNCF telah mengalokasikan dana senilai Rp4 triliun untuk menyambung kembali pembangunan jalur perkeretaapian yang sudah terhenti tersebut. Survey tersebut merupakan merupakan tahap awal untuk melakukan study kelayakan bersama pemerintah RI.

Study kelayakan tersebut dijadwalkan selesai September 2005 dan hasilnya akan dibahas di Perancis, kemudian tim tersebut kembali lagi ke Aceh untuk melaporkan hasil pembahasan tersebut kepada Menteri Perhubungan dan Gubernur NAD. Ia mengharapkan agar pembangunan jalur kereta api tersebut agar dapat diarahkan masuk kawasan-kawasan andalan di pedalaman Aceh, terutama yang memiliki potensi perkebunan dan tambang. (*/tut)