Bank BRI menyisihkan pesaingnya dalam kategori bank bermodal di atas Rp10 triliun hingga Rp50 triliun, yaitu Bank Negara Indonesia (BNI) dengan total nilai 89,19, disusul Bank Central Asia (BCA) 87,71 dan Bank Mandiri 79,83.
Parameter penilaian rating meliputi "capital adequacy ratio" (CAR), "non performing loan" (NPL), "return on average assets" (ROA), "return on average equity" (ROE), "loans to deposits ratio" (LDR), rasio pertumbuhan kredit dan dana, "net interest margin" (NIM) dan rasio biaya operasional terhadap biaya operasional.
BRI selama 2003-2004 berhasil meningkatkan total aset sebesar 13,02 persen menjadi Rp107,04 triliun sementara modal sendiri melonjak sebesar 27,16 persen menjadi Rp12,27 triliun.
Sementara pada kategori bank bermodal di atas 100 miliar sampai Rp10 triliun, Bank BPD Bali menduduki peringkat pertama dengan nilai 99,64 dan kenaikan nilai aset sebesar 22,41 persen, disusul Bank Mestika dengan nilai 97,20 dan Bank BPTN 96,93.
Sedangkan bank terbaik untuk kategori bank bermodal di bawah Rp100 miliar diduduki Bank Bintang Manunggal dengan nilai 99,02 sementara kenaikan nilai aset totalnnya mencapai 27,70 persen.
Kepala Biro Riset InfoBank, Eko B, Supriyanto, mengatakan, berdasarkan kajian rating 132 bank, kinerja keuangan perbankan nasional mengalami peningkatan.
Ia menyebutkan, pada periode 2003-2004 terdapat 96 bank berkinerja sangat bagus, 27 bank berkinerja bagus, lima bank berkinerja cukup bagus dan empat bank kinerjanya tidak bagus.
Pada tahun 2004, kata Eko, perbankan nasional berhasil menembus rekor baru dalam perolehan laba dengan membukukan Rp29,64 triliun atau naik 46,30 persen dari tahun sebelumnya.
"Peningkatan laba disebabkan oleh meningkatnya kredit perbankan dan merupakan hasil dari restrukturisasi kredit serta besarnya marjin akibat penurunan suku bunga simpanan yang lebih cepat dibandingkan penurunan suku bunga kredit," katanya.
Namun, Eko pesimistis pencapaian laba pada 2005 tidak akan sebesar tahun 2004 karena seretnya petumbuhan kredit macet akibat trauma kredit macet yang berlebihan. (*/dar)