Pokok-pokok utama perjanjian itu antara lain mengizinkan pasukan militer AS yang beroperasi di Afghanistan memiliki akses yang berlanjut terhadap Pangkalan Udara Bagram dan fasilitas-fasilitas lain militer.
Akses Amerika pada fasilitas-fasilitas ini diperlukan oleh pasukan AS untuk "membantu mengorganisasi, melatih, memperlengkapi dan menopang pasukan keamanan Afghanistan", demikian deklarasi bersama "Kemitraan Strategis AS-Afghanistan".
"Itu merupakan sebuah kemitraan yang telah kami siapkan untuk waktu yang lama," kata Bush kepada wartawan bersama Karzai di sisinya setelah pertemuan mereka di Gedung Putih.
"Itu sebuah kemitraan yang menetapkan pertukaran tetap tingkat tinggi dalam permasalahan politik, keamanan dan ekonomi untuk kepentingan timbal-balik," kata Bush.
Sejak membantu meruntuhkan Taliban pada 2001, Washington tetap menjadi pendukung terbesar Karzai, baik di bidang-bidang bantuan pembangunan kembali maupun keberadaan militer, dengan 18.000 prajurit di lapangan yang memerangi sisa-sisa Taliban dan sekutunya.
Karzai menjadi pendorong utama hubungan keamanan tetap dengan AS namun tidak menyerukan keberadaan terus-menerus pangkalan Amerika, sebuah topik sensitif di Afghanistan yang diporakporandakan perang.
Bush mengatakan, Senin, bahwa menurut perjanjian baru itu, AS akan "berembug dengan Afghanistan jika mereka menganggap integritas wilayah, kemerdekaan atau keamanannya terancam".
Sebagian besar pasukan AS di Afghanistan berada di Pangkalan Udara Bagram sebelah utara Kabul dan di Pangkalan Udara Kandahar, yang digunakan oleh AS untuk melancarkan serangan terhadap gerilyawan yang masih aktif di wilayah selatan dan timur negara tersebut.
AS juga memiliki sebuah pangkalan operasi di bekas bandara Sovyet Shindand di provinsi Herat, Afghanistsan barat, dekat perbatasan Iran, dan sebuah pangkalan depan di Salerno di wilayah tenggara Afghanistan, tidak jauh dari Pakistan.
Karzai, yang sedang dalam lawatan pertamanya ke Gedung Putih setelah ia menang dalam pemilihan presiden Oktober lalu, mengatakan, "nota kesepahaman" yang ditandatanganinya dengan Bush itu merupakan "kemitraan jangka panjang". (*/dar)