< >

Blix Percaya Korut Miliki Senjata Nuklir

Kamis, 26 Mei 2005 12:00
Kapanlagi.com - Hans Blix, mantan ketua Komisi Pemantau Inspeksi dan Verifikasi PBB (UNMVIC) menyatakan sangat mungkin Korea Utara telah memiliki senjata nuklir.

"Saya kira ini sangat mungkin mereka telah memiliki persenjataan nuklir atau perangkat-perangkat nuklir, karena pada awal 1990-an mereka telah menyatakan (memproduksi) uranium," kata Blix dalam wawancara di sela-sela konferensi peninjauan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) di PBB.

Blix mengatakan Pyonyang sekarang telah melampaui 10 tahun dalam produksi plutonium dan karena juga telah memperoleh teknik pembuatan bom.

Tidak lama setelah konferensi dibuka pada 2 Mei lalu, ada laporan-laporan yang menyebutkan Korut telah meluncurkan rudal jarak menengah ke Laut Jepang.

"Mungkin itu suatu cara untuk meningkatkan ketegangan sebelum perundingan-perundingan," kata diplomat asal Swedia berusia 76 tahun itu mengenai peluncuran rudal jarak menengah Korut pada awal bulan ini tersebut.

Blix, kini mengetuai Komisi Pemusnahan Senjata Pemusnah Massal yang berkedudukan di Stokholm, mengatakan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang dipimpinnya dari 1981 hingga 1997 telah menemukan lebih banyak plutonium daripada yang diumumkan negara itu.

Blix menambahkan fakta-fakta selanjutnya, ditambah lagi dengan diketahuinya kontak-kontak antara ilmuwan nuklir Pakistan A.Q. Khan dan saling bertukar pengetahuan nuklir, semakin menunjukkan Pyongyang telah memiliki persenjataan nuklir.

Delegasi Jepang ke konferensi NPT itu telah berulangkali mendesak Korut untuk kembali ke perundingan enam-pihak mengenai program nuklirnya dan memenuhi kewajiban-kewajibannya di bawah NPT.

Korut sendiri telah mengundurkan diri dari keanggotaannya dalam NPT pada tahun 2003. Perundingan enam-pihak, yang melibatkan Korut, Korsel, Jepang, AS, Rusia dan China telah terhenti dalam setahun terakhir setelah Pyongyang menarik diri.

Blix menawarkan gagasan menghidupkan lagi persetujuan tahun 1991 antara Korut dan Korsel, dikenal sebagai "Deklarasi Denuklirisasi Bersama" yang bertujuan menanggalkan seluruh aktivitas daur-ulang bahan bakar nuklir, guna meredakan ketegangan. (*/rit)