< >

Virus Lumpuh Layu Menyerang Ponpes Dharma Lestari

Jum'at, 27 Mei 2005 15:25
Kapanlagi.com - Virus lumpuh layu kini menyerang sejumlah santri pokdok pesantren (ponpes) "Dharma Lestari" di Desa Pulutan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga, Jawa Tengah, akibatnya delapan santri terpaksa dirawat di RSUD Salatiga dan sebagian sudah diperbolehkan pulang.

Munculnya virus yang mengakibatkan lumpuh layu itu langsung mendapat perhatitan Dinas Kesehatan Salatiga dan Kepala Puskesmas Kecamatan Sidorejo dr Nanik Setyowati. Dinas Kesehatan begitu mengetahui adanya virus tersebut langsung memberikan vitamin pada santri pondok pesantren tersebut.

Terkait munculnya virus lumpuh layu itu, sejumlah petugas Dinas Kesehatan dan dr Gama dari RSUD Salatiga , Kepala Puskesmas Sidorejo, Jumat, mengunjungi kondisi ponpes tersebut.

Dr Gama dan dr Nanik Setyowati mengatakan, virus yang menyerang santri ponpes "Dharma Lestari" itu bisa menyebabkan lumpuh layu bagi mereka yang kondisi tubuhnya lemah.

Kondisi lingkungan tidur pada ponpes ini kurang mendukung terhadap kesehatan santri, karena pada ruangan ukurang 6X7 diisi 25 santri, sedang kasur langsung digelar di lantai.

Kebersihan juga perlu ditingkatkan, termasuk makanan untuk mereka lebih ditingkatkan kebersihannya.

Mengenai penyajian menu makanan, kata dr Nanik, sebetulnya sudah baik, namun kebersihannya yang perlu lebih diperhatikan.

Sedangkangkan Ali, salah satu pengajar di ponpes tersebut mengatakan penyakit lumpuh layu itu baru pertama kali di sini.

Dinas Kesehatan Kota Salatiga untuk mengatasi meluasnya virus tersebut sudah memberikan vitamin pada para santri dan mengadakan penyuluhan terhadap ponpes lainnya.

Muhamad Taufik (18) asal Desa Gedangan Kecamatan Tuntang Kabupaten Seamarang yang juga penghuni pondok pesantren tersebut oleh dr Gama langsung disarankan mondok di RSUD Salatiga, setelah diperiksa diketahui kondisi tubuhnya lemah.

Pondok Pesantren "Dharma Lestari", sekarang dihuni 103 santri yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

Kepala DKK Kota Salatiga, dr Suryaningsih mengatakan, untuk mengantisipasi kemungkinan lumpuh layu itu, pihaknya segera memeriksakan tinja para penderita ke laboratorium Bio Farma Bandung. (*/erl)