Turki Jajaki Kerja Sama Bangun Fasilitas Pendidikan Aceh
Kapanlagi.com - Sebuah organisasi luar negeri, Pasiad dari Turki, sedang menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk membangun lembaga pendidikan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). "Pasiad sangat antusias bekerja sama membangun lembaga pendidikan di Aceh, setelah melihat sarana dan prasarana yang hancur akibat gempa dan tsunami akhir tahun 2004," kata Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NAD, Anas M Adam di Banda Aceh, Jumat (27/05). Bahkan, organisasi yang bergerak di bidang pendidikan itu kini sedang membangun satu unit gedung SLTP bertaraf internasional di Kabupaten Aceh Besar. "Pembangunan fisik gedung sekolah bertaraf internasional itu sedang dikerjakan di kawasan Kecamatan Darul Imarah," tambah dia. "Dalam perjanjian kerja sama, pihak Pasiad Turki tidak banyak mencampuri masalah yang berkaitan dengan kurikulum yang sudah ada, tapi mereka hanya minta penajaman pelajaran bahasa Inggris dan ditambah dengan bahasa Turki," jelas Anas M Adam. Dikatakannya, dukungan peningkatan standar pendidikan yang akan dibangun pihak Pasiad Turki itu tidak bertentangan dengan budaya masyarakat Aceh yang terkenal dengan daerah Serambi Mekah. "Karena, pihak Pasiad Turki itu sudah mendirikan lembaga pendidikannya di sejumlah wilayah di Indonesia, sebelum mereka masuk ke Aceh," tambah dia. Dipihak lain, Anas M Adam menjelaskan tercatat tidak kurang dari 1.000 unit gedung sekolah dari berbagai tingkatan di sejumlah kabupaten/kota di provinsi ujung paling barat Indonesia itu hancur dan rusak parah akibat musibah gempa dan tsunami akhir tahun lalu. Pasca terjadinya bencana alam itu, banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan negara-negara donatur yang berkeinginan membangun kembali gedung sekolah yang hancur dan rusak parah. "Memang sudah banyak LSM dalam dan luar negeri, termasuk negara donatur yang menyatakan keinginan membantu membangun kembali sarana dan prasaran pendidikan di Aceh," katanya. Ada diantaranya yang sedang mendata, survei dan termasuk yang sedang melakukan aksinya. Namun yang sudah banyak melakukan aksinya adalah lembaga dan pemerintah provinsi lain di Indonesia. Sedangkan sebuah NGO dari Belanda yakni Cordait, kini sudah merencanakan untuk membangun enam unit gedung sekolah sebagai tahap pertama di Kabupaten Simeulue, ujar Anas M Adam. (*/lpk) |