Prajurit yang Masuk Diskotek Akan Ditindak
Kapanlagi.com - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Herry Tjahjana menyatakan, setiap prajurit di jajarannya yang terbukti masuk atau mendatangi tempat-tempat hiburan malam seperti karaoke dan diskotek, akan ditindak tegas."Masuk ke diskotek dan tempat-tempat terlarang lainnya bagi seorang prajurit tanpa seijin atasan, adalah melanggar aturan dan disiplin prajurit. Untuk itu, yang terbukti melanggar harus dijatuhi sanksi," ujar panglima di Kepaon-Denpasar, Jumat. Usai peringatan hari jadi ke-48 Kodam IX/Udayana, Pangdam menyebutkan, pihaknya dewasa ini mensinyalir ada sejumlah prajurit yang "doyan" masuk karaoke, diskotek dan tempat hiburan malam lainnya. Selain itu, terindikasi pula ada anggota TNI yang kerap melalukan asusila, penipuan, mem-`backing`-i perjudian dan peredaran narkoba. Semua itu, kata Pangdam, selain perbuatan yang melanggar disiplin prajurit, juga hukum yang berlaku. Karenanya, siapapun yang terbukti terlibat harus digiring dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. "Satu hal lagi yang saat ini marak dan menjadi penekanan Panglima TNI, ialah "ilegal loging". Walaupun kita tahu bahwa di Nusa Tenggara ini tidak ada hutan lindung yang luasnya mencapai ribuan hektar, tetapi tidak menutup kemungkinan ada anggota TNI yang terlibat masalah ini," kata Mayjen Herry. Pangdam menyebutkan akan terus berupaya mencari tahu tentang anggotanya yang terlibat beberapa bentuk pelanggaran. "Jika nanti mereka betul-betul terbukti, maka akan kita tangkap dan proses sesuai hukum berlaku," ucapnya, menandaskan. Ditanya tentang jumlah tentara yang telah berhasil diproses, panglima menyebutkan sekitar sepuluh orang. Dari jumlah ini, antara lain terbukti telah mem-`backing`-i judi, pencurian kendaraan bermotor, peredaran uang palsu dan beberapa pelanggaran lainnya. Seluruh tersangka yang tertangkap melanggar, kini masih dalam proses untuk selanjutnya dijukan ke dalam persidangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, katanya. Hadir pada peringatan hari jadi ke-48 Kodam tersebut, Wagub Bali Alit Kelakan, Wakil Ketua DPRD Bali Adi Putra, Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika, Kajati Bali Barman Zahir SH dan sejumlah undangan lainnya. Peringatan selain ditandai dengan demo keterampilan bela diri, juga tarik tambang dan lomba kecepatan dan kerapihan dalam mendirikan tenda pleton. (*/dar) |