< >

Masyarakat di Perbatasan Indonesia-Filipina Dapat Melihat TV Nasional

Jum'at, 27 Mei 2005 22:49
Kapanlagi.com - Masyarakat perbatasan Indonesia-Filipina di Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara, segera bisa menyaksikan siaran televisi nasional begitu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBPT) meresmikan pemancar televisi di pulau Sangihe Besar, Kabupaten Sangihe.

"Sangihe merupakan daerah perbatasan yang terisolasi terhadap siaran televisi manapun," kata Deputi Kepala BBPT bidang Teknologi Informasi, Energi, Material dan Lingkungan, Dr Marthen Djamin. M.Sc, APU di Kabupaten Sangihe, Sulut, Jumat (27/5) di sela survei pemancar televisi.

Ia mengatakan, hanya sebagian kecil dari sekitar 160 ribu masyarakat Sangihe yang berbatasan dengan Filipana mampu memiliki parabola atau menyewa televisi kabel.

Di Indonesia, ujarnya, dari 42 kabupaten yang terletak di wilayah perbatasan, baru tiga kabupaten yang telah dibangun pemancar televisi yakni Belu dan Alor (NTT) serta Sambas, Kalbar pada 18 April 2005.

"Dengan dibangunnya pemacar televisi ini, kami harap mereka bisa menyaksikan siaran televisi dengan murah dan lebih mengenal negerinya," katanya.

Pada tahun 2005 ini BPPT, ujarnya, juga berencana membangun pemancar televisi di sejumlah kabupaten perbatasan yakni Talaud (Sulut), Timor Tengah Utara (NTT) dan Sanggau (Kalbar).

Pemancar televisi berdaya 500 watt di pulau Sangihe Besar itu memungkinkan masyarakat setempat menyaksikan salah satu stasiun televisi yakni RCTI, SCTV, TPI, Indosiar, Antv, Metro TV, TV Global atau TVRI.

"Saya harap pemda yang menjadi operator pemancar televisi ini bijak dalam memilih program yang layak tayang, misalnya pendidikan atau berita dan tidak semata bersifat hiburan," katanya.

Selain memancarluaskan siaran televisi nasoinal, kata Marthen, Pemkab Sangihe bisa juga membuat rekaman yang dapat disiarkan kepada masyarakat setempat. (*/dar)