Para pemimpin dari Jerman dan Spanyol menghadiri pawai akbar Partai Sosialis Perancis yang menyerukan "YA" bagi konstitusi ini.
Tetapi para pembangkang Sosialis yang terkenal akan bergabung dengan para pemimpin Komunis dan para pemimpin serikat buruh di Paris untuk mendesak rakyat memilih "TIDAK".
Presiden Jacques Chirac hari Kamis malam berpidato di televisi, menyerukan rakyat Perancis mengalahkan jajag pendapat dan mendukung konstitusi ini.
Dia mengatakan pemungutan suara ini vital bagi "masa depan Perancis dan masa depan Eropa".
Presiden Perancis mendesak para pemilih untuk tidak menggunakan referendum ini untuk menyuarakan tentangan mereka terhadap pemerintah kanan-tengah.
Dia mencoba menenangkan serangan terhadap model sosial Perancis dan memberikan jaminan bahwa rakyat akan dikonsultasikan dalam satu referendum terpisah mengenai apakah Turki akan diizinkan bergabung dengan Uni Eropa.
Jajag pendapat terakhir yang dilakukan TNS Sofres-Unilog, mengisyaratkan 54 persen pemilih menolak dan 46 persen.
Pemimpin kiri terpecah
Para pemimpin baik di pihak di partai Chirac yang beraliran kanan-tengan, UMP dan di pihak partai kiri-tengah yang beraliran Sosialis mendesak para pemilih untuk mendukung konstitusi yang diusulkan itu.
Di Utara kota Lille, kepala partai Sosialis Francois Hollande akan bergabung dengan Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zapatero.
Ini bukan mengatakan "Ya" atau "Tidak" terhadap pemerintah. Jacques Chirac
Dan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder akan ikut ambil bagian dalam pertemuan serupa di Toulouse Selatan.
Para politisi jauh dari merasa pasti bahwa mereka akan mampu mengubah opini publik dalam satu pemungutan suara yang memecah Perancis.
Para pembangkang Sosialis, termasuk mantan Perdana Menteri Laurent Fabius dan anggota parlemen Jean-Luc Melenchon, mendesak para pemilih agar ikut dalam referendum hari Minggu ini.
Melenchon akan bergabung dengan para pemimpin dari berbagai partai sayap kiri dan serikat buruh dalam pawai menentang konstitusi di Paris.
Para pendukung sayap kanan Front Nasional juga menolak konsitusi yang diusulkan, dijadwalkan akan berkumpul di ibukota.
Pemungutan suara ratifikasi
Kampanye-kampanye ini menimbulkan perdebatan seru di Perancis mengenai ekonomi dan kebijakan luar negeri Eropa.
Tetapi banyak pemilih Perancis juga mengatakan pilihan mereka juga dipengaruhi oleh pandangan mereka mengenai catatan Presiden Chirac dan pemerintahnya, kata dia.
Kampanye ini dibayang-bayangi oleh suasana suram karena tingkat pengangguran sekitar 10 persen dan pertumbuhan ekonomi yang lesu selama bertahun-tahun.
Jajag pendapat sebanyak 13 kali berturut-turut selama 2 minggu terakhir memperlihatkan jumlah yang menentang lebih banyak.
Kalangan yang menentang di Belanda juga unggul. Negara ini akan mengadakan referendum hari Rabu mendatang.
Konstitusi Uni Eropa harus diratifikasi oleh 25 negara anggotanya sebelum bisa diberlakukan.
Perancis adalah negara kedua Uni Eropa yang mengadakan referendum soal ini. Referendum di Spanyol hasilnya, SETUJU dan konstitusi Uni Eropa kemudian diratifikasi oleh baik parlemen rendah dan tinggi.
Hari Jum'at, Jerman menyelesaikan ratifikasinya atas konstitusi ini dengan suara yang kuat.
Traktat ini bertujuan merampingkan pengambilan keputusan di dalam Uni Eropa yang sekarang makin luas dengan 25 negara anggotanya. (bbc/rit)