Dewan pelindung itu memberikan persetujuan pada undang-undang tersebut, yang disetujui oleh parlemen pada 15 Mei, yang meminta pemerintah meneruskan kegiatan nuklir dan melanjutkan produksi bahan bakarnya untuk membangkitkan 20.000 megawatt listrik tanpa menghiraukan pembicaraan nuklir dengan tiga negara Uni Eropa: Inggris, Perancis dan Jerman.
Pembicaraan antara Iran dan EU, yang berakhir pekan lalu tanpa satu terobosan, dijadwalkan akan dimulai lagi Juli.
Hingga saat itu pengayaan uranium akan tetap ditangguhkan sebagaimana disetujui sebelumnya dengan tiga negara EU tersebut, kata pejabat Iran.
Undang-undang baru tersebut oleh karena itu dianggap oleh pengamat tidak memiliki dampak serius pada proses paling akhir itu, dan lebih dianggap sebagai manuver internasional sebelum pemilihan presiden 17 Juni. (*/rit)