"Sesuai ketentuan yang berlaku sekarang, semua organisasi kemasyarakatan, termasuk AMPI, memang harus independen, dalam artian harus memiliki ART/AD sendiri, namun AMPI tetap memiliki ikatan moral dengan Partai Golkar." katanya di Kendari, Minggu (29/5).
Jusuf Kalla mengatakan hal itu, terkait dengan pelantikan Pengurus DPD AMPI Sultra periode 2005-2010 oleh Ketua Umum DPP AMPI, Fachri Andi Leluasa, yang dilakukan serangkaian pembukaan Rakerda DPD Partai Golkar Sultra.
Dulu, beberapa organisasi kemasyarakatan , seperti AMPI, KNPI dan MKGR berafiliasi dan mendukung Partai Golkar, tetapi dengan adanya ketentuan baru, maka semua organisasi tersebut berdiri sendiri dan independen.
"Namun khusus AMPI, meski independen tetap memiliki hubungan jiwa dan historis dengan Partai Golkar. Itu artinya, seluruh jajaran anggota dan pengurus AMPI harus ikut membangun dan membesarkan Partai Golkar," katanya.
Jusuf Kalla juga mengatakan, dalam usaha membesarkan Partai Golkar, seorang kader jangan semata-mata berpikir agar bisa diakomodir menjadi kepala daerah (gubernur dan bupati/walikota) atau anggota legislatif.
Jabatan kepala daerah sangat terbatas, begitu pula anggota legislatif.
Di Sultra misalnya, untuk jabatan bupati/walikota hanya sepuluh, begitu pula untuk anggota DPRD Provinsi hanya 45 orang, jadi tidak mungkin bisa mengakomodir semua kader Partai Golkar, katanya.
Jadi, motivasi seorang kader membesarkan partai adalah untuk berbakti kepada negara dan rakyat.
Kalau pengabdian itu dinilai sangat bermanfaat bagi negara dan rakyat, pasti kader bersangkutan akan didukung oleh rakyat menjadi kepala daerah atau anggota legislatif. (*/bun)