< >

DKP Minta PT Pelni Operasikan Armada di Wilayah Perbatasan

Rabu, 01 Juni 2005 21:20
Kapanlagi.com - Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) mengharapkan PT Pelni mengoperasikan armadanya di wilayah perbatasan untuk menghilangkan isolasi di kawasan itu.

Direktur Pulau-Pulau Kecil, DPK, Alex Retraubun di Jakarta, Rabu (1/6) menyatakan, di kawasan perbatasan Indonesia dengan negara lain terdapat banyak pulau kecil yang masih terisolasi dari pembangunan karena tidak adanya sarana transportasi dari dan menuju pulau tersebut.

"Pulau-pulau kecil tingkat isolasinya tinggi dan ini memicu banyak kelemahan jika tidak diatasi," katanya.

Selama ini, menurut dia, alat transportasi yang beroperasi untuk menembus pulau-pulau kecil di wilayah perbatasan hanya terbatas pada kapal perintis berukuran kecil sehingga tidak mampu menurungkan tingkat isolasi wilayah tersebut.

Dengan kondisi itu mengakibatkan pulau-pulau kecil terutama di kawasan perbatasan mengalami banyak kelemahan terutama dalam hal pengembangan ekonomi maupun lemahnya pengawasan yang memerlukan penanganan segera agar tidak terjadi masuknya pihak luar ke kawasan tersebut.

Menyinggung tanggapan PT Pelni atas usulan DKP, Alex menyatakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perhubungan laut sejauh ini telah menunjukkan respon positif untuk mengoperasikan armadanya di kawasan perbatasan.

Namun demikian dia mengakui, selama ini pulau-pulau di wilayah perbatasan tidak memiliki infrastruktur pelabuhan yang layak bagi kapal besar.

Sementara itu mengenai minat investor untuk menanamkan modal di pulau-pulau kecil khususnya di kawasan perbatasan, dia mengakui sebenarnya mereka tertarik mengembangkan usaha di wilayah tersebut namun hal itu terhambat karena belum ada peraturan atau payung hukum yang melindungi mereka.

Alex menyatakan, sudah sejak tiga tahun lalu DKP telah mengusulkan Kepres tentang Daerah Perbatasan sebagai kebijakan pengembangan pulau-pulau kecil terutama di kawasan perbatasan namun sampai saat ini draft peraturan itu di Setneg. (*/dar)