"Seperti tahun-tahun sebelumnya, penurunan ini biasa terjadi karena April merupakan `low season` bagi wisman datang ke Indonesia," kata Kepala BPS Choiril Maksum, di Jakarta, Rabu (1/6).
Namun bila dibanding bulan sama 2004, jumlah wisman April 2005 sedikit meningkat sebesar 3,58 persen.
Secara kumulatif sampai April 2005, jumlah wisman ke Indonesia mencapai 1,337 juta orang turun 1,41%, dibanding periode sama 2004 sebesar 1,36 juta orang.
Penurunan jumlah kunjungan wisman April 2005 dibanding Maret 2005 terjadi hampir di semua pintu masuk utama. Pintu masuk yang tercatat mengalami penurunan adalah antara lain Hasanudin 55,20%, Tabing 50,75%, Tanjung Priok 15,35%, serta Soekarno-Hatta 7,19%.
"Sedangkan empat pintu masuk alami peningkatan jumlah wisman yaitu Entikong 159,84%, Sam Ratulangi 24,24%, Adi Sumarmo 22,89% dan Ngurah Rai 0,73%," katanya.
Untuk tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 10 daerah tujuan wisata (DTW) Indonesia pada Maret 2005 mencapai rata-rata 44,51% turun 1,97 poin dibanding TPK Februari 2005 sebesar 46,48%.
Menurut klasifikasinya, TPK hotel bintang lima pada Maret 2005 mencapai 52,06% dan merupakan persentase tertinggi dibanding kelas hotel bintang lain, sedangkan TPK terendah pada hotel bintang satu hanya 30,03%.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indoensia pada hotel berbintang di 10 DTW Indonesia Maret 2005 mencapai 1,95 hari, turun 0,1 hari dibanding bulan sebelumnya.
Bila dirinci menurut provinsi, tercatat rata-rata lama menginap tamu tertinggi di Bali 4,07 hari, diikuti SUlut 2,52 hari, sedangkan terendah di Jabar 1,36 hari. (*/dar)