Inflasi Mei Mencapai 0,21%

Kapanlagi.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama Mei 2005 terjadi inflasi sebesar 0,21% sehingga inflasi tahun kalender (Januari-Mei) 2005 sebesar 3,76%, sedangkan inflasi tahun ke tahun (Mei 2005 terhadap Mei 2004) adalah 7,40%.

"Terjadinya inflasi lebih disebabkan adanya dorongan kenaikan harga barang dan jasa meskipun ada pula beberapa diantaranya yang turun harga," kata Kepala BPS Choiril Maksum, di Jakarta, Rabu (1/6).

Menurut dia, beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga selama Mei 2005 antara lain daging ayam ras, tarif kontrak rumah, telur ayam ras, ikan segar, bawang putih, tomat sayur, bawang merah, serta tarif sewa rumah dan tarif rumah sakit.

Sedangkan komoditas yang turun harga adalah cabe merah, beras, cabe rawit, gula pasir, bayam, buncis, kacang panjang, kentang, nangka muda, sawi hijau serta seng.

Pada bulan lalu, katanya, kelompok yang memberikan andil/sumbangan inflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,02%; kelompok makanan jadi 0,04%; kelompok perumahan 0,11%; kelompok kesehatan 0,02%; kelompok pendidikan 0,00%; serta kelompok transpor 0,01%.

Dikatakannya pula, inflasi juga terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa seperti kelompok bahan makanan 0,13%; kelompok makanan jadi 0,23%; kelompok perumahan 0,36%; kelompok sandang 0,16%; kelompok kesehatan 0,59%; kelompok pendidikan 0,04%; serta kelompok transpor 0,04%.

Choiril menambahkan, dari 45 kota indeks harga konsumen (IHK) tercatat 27 kota alami inflasi sementara 18 kota alami deflasi.

"Secara nasional inflasi tertinggi di Tasikmalaya 1,36% dan inflasi terendah di Cirebon 0,03%. Sedangkan deflasi terbesar di Ternate 1,60% dan deflasi terendah di Kediri 0,02%," katanya.

Untuk wilayah Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe 0,59% dan terendah di Jambi 0,05%, sedangkan deflasi tertinggi di Padang Sidempuan 1,24% dan deflasi terkecil di Palembang 0,16%.

Di Pulau Jawa, tambah Choiril, inflasi terjadi di Tasikmalaya 1,36% dan terendah di Cirebon 0,03% dan deflasi tertinggi di Surabaya 0,20% dan terendah di Kediri 0,02%.

Sementara untuk luar Sumatera dan Jawa, inflasi tertinggi di Samarinda 0,95% dan terendah di Denpasar 0,09%, sedangkan deflasi tertinggi di Ternate 1,60% dan terendah di Pontianak 0,24%. (*/dar)

©2003-2007 KapanLagi.com