Kepala BPS Choiril Maksum, di Jakarta, Rabu, mengatakan, dari jumlah itu sebagian besar adalah penumpang Jabodetabek sebanyak 8,42 juta orang atau 69,15% dari total.
"Penurunan jumlah penumpang terjadi di semua wilayah Jawa dan Sumatera," katanya.
Jumlah penumpang Jabodetabek dan non Jabodetabek di Jawa pada April 2005 turun masing-masing 1,37% dan 0,70%, sedangkan jumlah penumpang di Sumatera turun 4,37% dibanding Maret 2005.
Dikatakan pula, jumlah barang yang diangkut kereta api April 2005 mencapai 1,37 juta ton naik 3,56% dibanding bulan sebelumnya.
Kenaikan jumlah barang yang diangkut kereta api terjadi di Sumatera sebesar 4,91%, sedangkan di Jawa hampir tidak ada perubahan dimana sebagian besar dari barang yang diangkut berada di wilayah Sumatera sebesar 1,01 juta ton.
Secara kumulatif jumlah penumpang kereta api Januari-April 2005 alami penurunan 2,52% dibanding periode sama 2004, yaitu dari 49,02 juta orang jadi 47,79 juta orang dimana penurunan terjadi di semua wilayah.
Penumpang Jabodetabek dan non Jadobetabek di Jawa dan Sumatera masing-masing turun 2,64%, 170% dan 9,97%.
"Sementara itu barang yang diangkut kereta api periode sama naik 12,04% dari 4,91 juta ton jadi 5,50 juta ton," katanya.
Untuk angkutan penumpang pelayaran dalam negeri (antar pulau) April tercatat 936,4 ribu orang turun 8,05% dibanding bulan sebelumnya.
Selama Januari-April 2005, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri mencapai 4,46 juta orang turun 0,44% dibanding periode sama 2004.
Dikatakan pula, untuk penumpang angkutan udara domestik selama Januari-April 2005 mencapai 8,17 juta orang naik 19,61% dibanding periode sama 2004 sebesar 6,83 juta orang.
Mengenai jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri (internasional) Januari-April 2005 mencapai 1,65 juta orang turun 3,66% dibanding periode sama tahun sebelumnya. (*/dar)