Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, Mikati mengatakan, "Kami ingin meminta perhatian anda mengenai bahaya yang ditimbulkan oleh pelanggaran Israel yang berlanjut terhadap Garis Biru di perbatasan Lebanon-Israel dan pelanggarannya terhadap kedaulatan Lebanon."
"Semua pelanggaran ini merupakah tantangan nyata dan pembangkangan terhadap keinginan internasional serta seruan yang berulangkali anda sampaikan guna menghindari tindakan yang mengancam upaya perdamaian dan keamanan di wilayah ini," kata Mikati.
Ia mengatakan perlucutan senjata kelompok Syiah Lebanon, Hizbullah, adalah masalah dalam negeri dan tak boleh ditentukan oleh masyarakat internasional.
"Perlucutan senjata Hizbullah hanya dapat dilakukan melalui dialog intern dan bukan menuruti keputusan internasional," kata Mikati dalam penolakan terhadap satu bagian dalam resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1559 --yang menetapkan perlucutan senjata Hizbullah dan berbagai faksi Palestina di Lebanon. (*/tut)