< >

Harga Minyak Melemah Setelah Naik di Atas US$54 Per Barel

Jum'at, 03 Juni 2005 06:30
Kapanlagi.com - Harga minyak menurun Kamis (2/6) sambil menunggu data persediaan minyak mentah AS, sehari setelah menguat lebih dari dua dolar karena ada kekhawatiran pasokan.

Kontrak pembelian minyak mentah ringan untuk pengiriman Juli, turun 20 sen menjadi US$54,40 per barel dalam perdagangan elektronik.

Harga minyak melonjak US$2,63 atau lima persen, tertinggi dalam lebih dari sebulan pada Bursa Mercantile New York setelah Royal Dutch/Shell menyatakan menutup kilang minyaknya di Amerika Serikat setelah jalur pipa pengirimannya meledak.

Di London, harga minyak mentah jenis Brenth dari Laut Utara untuk pengiriman Juli turun 27 sen menjadi US$53 per barel setelah melonjak US$2,54 pada Rabu.

" Harga tersebut didukung oleh perhatian tentang cadangan bahan bakar dan cadangan minyak mentah AS pada level tinggi, yang tidak akan mencukupi kebutuhan minyak pemanans dalam kuartal keempat tahun ini ketika permintaan naik," kata analisis pada perusahaan broker Sucden.

Departemen Energi Amerika Serikat (DoE) dalam laporan mingguannya menyatakan data cadangan minyak Kamis, sehari terlambat dari biasa pada akhir minggu hari libur panjang di AS.

"Permintaan untuk bahan bakar di AS terlihat menguat, melebihi yang diperkirakan," kata analisis investasi Bruce Evers. (*/dar)