Dalam kampanye yang dilancarkan Rabu, warga Thailand telah didesak untuk mematikan semua lampu yang tidak diperlukan pada malam hari, mematikan AC selama jam makan siang, dan bagi para pengendara untuk menjalankan kendaraannya kurang dari 90 km per jam.
Perdana menteri dan para menteri lain berpartisipasi dalam peluncuran kampanye, "Kekuatan Thailand - Hari Hemat Energi", di Gedung Pemerintah Rabu malam.
Mereka menggabungkan 14 juta rumah tangga Thailand di seluruh negeri dalam suatu penghitungan detik-detik terakhir untuk mematikan lampu yang tidak digunakan selama lima menit pada pukul 20:45 guna menandai secara formal peluncuran kampanye konservasi-energi.
Raksasa media Thailand, MCOT Public Company Limited (MCOT), dan Departemen Humas pemerintah (PRD) bersama menyiarkan penghitungan detik-detik terakhir langsung di jaringan televisi dan radio di seluruh negeri.
Dengan mematikan lampu yang tidak diperlukan kemarin malam, konsumsi listrik lokal dikurangi 702 megawatt, atau 44.000 power unit yang biasa dihasilkan Dam Bhumibol, satu dari dam-dam terbesar negara itu di Propinsi Tak bagian utara, dan dapat menghemat 43 juta baht setahun.
Jika orang mematikan dua buah lampu selama satu jam sehari, maka dapat menghemat sekitar 1,2 miliar baht setahun, menurut para pejabat pemerintah.
Thaksin mengatakan pemerintah akan terus mencoba untuk mendorong warga Thailand menghemat energi.
Semua menteri dan para pejabat pemerintah telah diminta agar tidak mengenakan jas jika mereka tidak hendak menghadiri rapat resmi.
Kerjasama semua warga negara Thailand penting jika kampanye ini diharapkan akan dengan berhasil mengurangi konsumsi energi negara ini, katanya.
Kamar Dagang Thailand, Federasi Industri Thailand (FTI), perusahaan yang tercatat dalam Bursa Saham Thailand (SET) dan semua eksekutif puncak negara itu sepenuhnya bekerjasama pada hari pertama kampanye itu, menurut Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Somkid Jatusripitak.
"Ini merupakan sebuah awal yang baik bagi kampanye penghematan energi, asalkan dengan kerjasama meluas oleh banyak kantor dan pabrik untuk mengurangi penggunaan daya listrik mereka, katanya kepada TNA. (*/dar)