< >

Depbudpar Ikut Serta International Travel Show

Jum'at, 03 Juni 2005 10:25
Kapanlagi.com - Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) Indonesia mengikuti International Travel Show (ITS) II dan Thailand Travel Mart Plus (TTM) pada 15-19 Juni 2005, di IMPACT Center, Bangkok, Thailand.

Menurut keterangan tertulis Depbudpar yang diterima ANTARA, Kamis, keikutsertaan Indonesia dalam ITS II dan TTM bertujuan melakukan pensosialisasian serta penjajakan pasar pariwisata kepada para pembeli potensial yang menghadiri kegiatan tersebut.

Selain berpromosi kepada pasar dunia, Indonesia juga bermaksud melakukan penjajakan yang lebih intensif kepada pasar Thailand. Menurut data Depbudpar, sepanjang tahun 2004 tercatat 44.166 wisatawan asal Thailand berkunjung ke Indonesia.

Angka tersebut merupakan jumlah yang signifikan, sekaligus mengisyaratkan bahwa Thailand adalah pasar pariwisata Indonesia yang potensial untuk terus dikembangkan.

Indonesia memiliki "modal" obyek wisata, terutama wisata religius, yang diminati wisatawan asal Thailand. Modal itu antara lain Candi Borobudur dan beberapa candi lain yang memiliki latar belakang agama Budha.

Meskipun terbilang baru, promosi di ITS bisa dinilai memiliki peluang yang bagus, karena dalam tiap rangkaian acaranya selalu dibanjiri pengunjung. Dalam ITS I, tercatat sekitar 100 ribu orang mengunjungi promosi pariwisata itu.

Pada ITS I 2004 lalu, pameran diikuti oleh perwakilan dari 42 negara serta 350 buyers-sellers travel service, yang mempresentasikan potensi pariwisata kawasannya masing-masing.

Selain itu, kegiatan juga diliput oleh 44 travel-trade media yang mempromosikan best destination tujuan wisata terindah, terbaik, dan ternyaman di dunia.

Potensi Indonesia

Indonesia sendiri sangat berpotensi sebagai tempat tujuan wisata. Berdasarkan data Asia Market Research 2004, Provinsi Bali menduduki rangking ke-3 sebagai tempat tujuan berlibur yang paling diminati oleh wisatawan mancanegara (wisman).

Sedangkan destinasi wisata di kawasan selain Bali berada di urutan ke-11. Hal tersebut mengindikasikan bahwa Indonesia merupakan negara tujuan yang cukup diminati di kawasan Asia Pasifik.

Namun akibat tingkat keamanan di Indonesia yang belum maksimal, banyak wisman yang mengalihkan kunjungannya ke objek wisata di negara lain.

"Perolehan" wisman Indonesia sangat ketinggalan dibandingkan dengan Thailand, yang menempati posisi ke-empat dalam daftar kawasan paling diminati di Asia Pasifik.

Selama 3 tahun terakhir, rata-rata Indonesia dikunjungi oleh 5 juta wisman per tahun. Untuk tahun 2005 sendiri, pemerintah menargetkan 6 juta orang akan menghabiskan waktu liburannya di Indonesia.

ITE - Hong Kong

Selain di ITS II dan TTM, Depbudpar juga akan mengikuti International Travel Exposition (ITE), pada 9 Juni 2005, di Hong Kong.

Setelah absen lima tahun, Indonesia kembali mengikuti ajang promosi wisata itu guna "memelihara pasar dan meningkatkan jumlah wisatawan".

Untuk ITE kali ini, Indonesia akan menginformasikan kondisi terakhir pasca-tsunami kepada masyarakat Hong Kong dan China.

Selain itu kesempatan di ITE juga akan digunakan untuk menjelaskan transparansi kejadian ledakan di Tentena, Sulawesi. Menurut data Depbudpar Hong Kong selalu menduduki peringkat 10 besar pemasok wisman ke Indonesia. (*/erl)