Butuh Peran Dokter Hewan di Veterinary Public Health
Kapanlagi.com - Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr drh Heru Setijanto MSc mengemukakan, dewasa ini masalah yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat veteriner (Veterinary Public Health), khususnya pengamanan pangan, menjadi sangat penting."Maka dari itu fungsi dokter hewan dalam pengamanan tersebut sangat penting, meliputi penanganan yang sangat luas dan dituntut tanggung jawab dalam beberapa hal," katanya di Bogor, Jumat. Penjelasan itu disampaikan sebagai elaborasi dari Seminar Gizi, yang diselenggarakan oleh Himpro, Ornithologi dan Unggas Fakultas Kedokteran Hewan (FKH-IPB), pekan lalu. Seminar bertema "Aman dan Sehat Mengkonsumi Daging Ayam" itu, dilakukan atas kerjasama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bogor dan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), di Cibinong, Kabupaten Bogor. Hadir pada seminar itu Bupati Bogor, Agus Utara Effendi, Manajer Kerjasama dan Pengembangan Usaha FKH, Dr Widiyanto Dwi Surya, MSc, dan lima orang nara sumber. Mereka adalah Ketua Program Studi (PS) Gizi Masyarakt IPB, Prof Dr Ali Khomsan, Ketua PS Kesmavet Pascasarjana IPB, Dr drh Denny WL, MSi, Kabid Hewan dan Ikan Dinas Peternakan Kabupaten Bogor, drh. Sutrisno, MM, Pengusaha Peternak drh Askom Sudin dan Sekjen Gabungan Pengusaha Perunggasan Indonesia (GAPPI), Ir A Dawami MBA. Menurut Dekan FKH-IPB, fungsi dokter hewan dalam pengamanan dan kesehatan masyarakat ini menangani kegiatan yang sangat luas dan dituntut tanggung jawab mengenai beberapa hal. Diantaranya, pertama: pengamanan produk hewani yang dikonsumsi manusia sejak dari produksi, pengolahan, pengiriman sampai pemasaran. Kedua, pengamanan terhadap penyakit yang berasal dari hewan, baik yang bersifat menular maupun produk hasil hewan yang dapat mengganggu kesehatan manusia, seperti toksin, residu, dan cemaran lainnya. Ketiga, masaah yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan, seperti pembuangan kotoran dan limbah peternakan. "Dan yang terakhir adalah sebagai pakar perantara ahli (liasison officer) antara instansi pemerintahan dan swasta, seperti pemilik peternakan, asosiasi peternak dan pengusaha, dan industri pengolahan produk hasil ternak dan lain-lain," katanya. Ia mengharapkan, seminar gizi dan acara kampanye gizi yang akan diselenggarakan, Minggu (12/6) banyak pengetahuan praktis yang akan diterima ibu-ibu PKK dan dapat ditularkan dalam masyarakat di wilayahnya masing-masing. "Sehingga pada akhirnya, kesadaran mengkonsumsi daging ayam dan telur sebagai sumber protein yang murah dan sehat semakin meningkat," demikian Heru Setijanto. (*/erl) |