< >

Inggris Berlakukan Larangan Ijin Masuk bagi Kaum Lajang India

Jum'at, 03 Juni 2005 12:45
Kapanlagi.com - Pihak staf imigrasi Inggris yang ditempatkan di India telah mengikuti kebijakan London mengenai larangan pemberian izin masuk ke Inggris bagi kaum lajang India.

Kantorberita Press Trust of India (PTI), Jumat, melaporkan langkah yang diambil pihak berwenang imigrasi Inggris untuk melarang masuk kaum muda India yang single serta remaja-remaja wanita-pria usia kawin itu diungkapkan oleh sebuah badan independen pemantau penerbitan visa Inggris.

Kebijakan larangan masuk bagi kaum lajang India ke Inggris itu dengan asumsi mereka akan memanfaatkan status mereka untuk menikah dan memperoleh hak menetap, menurut PTI yang mengutip hasil laporan tersebut.

Selain bagi warganegara India, ketentuan kebijakan imigrasi Inggris itu juga akan diberlakukan terhadap para lajang Jamaika, menurut laporan kepada Sekretaris Urusan Luar Negeri Inggris, Charles Clarke, oleh pengacara imigrasi Fiona Lindsley.

"Ini tak lebih dari upaya ilegal untuk membatasi peluang warga India dan Jamaika untuk bertemu dengan warga Inggris karena itu akan bisa mengarah ke perkawinan," kata Lindsley dalam laporan tersebut.

Lindsley merekomendasi agar praktek larangan tersebut dihentikan segera.

Lindsley yang laporannya juga mencakup operasi sistem visa pada tahun 2003 itu mengungkapkan bahwa tingkat penolakan visa untuk proses aplikasinya telah meningkat dari 6,5 persen empat tahun lalu menjadi 15 persen pada tahun 2003, dari dua juta aplikasi.

Ia mengungkapkan bahwa 28.000 orang yang berusaha untuk datang ke Inggris sebagai pelancong-pelancong atau mahasiswa secara tak sah tidak diberi hak banding dalam keputusan-keputusan banding tersebut.

Sebagai pemantau resmi, Lindsley mendapati bahwa penolakan visa atas dasar "muda, lajang dan usia kawin" merupakan kata-kata standar yang digunakan oleh konsulat-konsulat Inggris di India dan Jamaika untuk menolak aplikasi visa kunjungan dan pendidikan.

"Saya hanya bisa menafsirkan pemasukan dari kata-kata seperti itu mencerminkan suatu posisi yang tak diinginkan bahwa para aplikan mungkin dapat diberi peluang bertemu warga Inggris atau mereka yang tinggal di Inggris karena itu mungkin mengarah kekapad perkawinan," kata Lindsley dalam laporan tahunannya. (*/erl)