< >

Situs Porno akan Miliki Rumah Sendiri

Jum'at, 03 Juni 2005 14:43
Kapanlagi.com - Situs pornografi tidak lama lagi akan memiliki rumah online sendiri. Sebuah usul untuk membuat domain internet yang berakhir dengan .xxx telah disetujui oleh badan yang mengatur sistem alamat internet.

Situs internet sex yang eksplisit akan diminta untuk pindah ke domain baru itu, sehingga warga dengan mudah membuat filter dan menghindarinya.

Persetujuan akan .xxx ini mengubah keputusan sebelumnya untuk menolaknya karena khawatir tidak akan efektif dan menimbulkan kontroversi.

Nama Sebutan

Internet domain seperti .com, org, .uk dan sebagainya diatur oleh Korporasi Internet untuk penetapan nama dan angka atau Incann.

Icann mengatur perusahaan-perusahaan berfungsi dengan domain yang berbeda dan menyetujui perluasan nama inernet yang bisa digunakan secara bertahap.

Tahun 2000 Icann menyetujui tujuh nama domain baru namun internet domain generik yang asli seperti .com, .org dan nama negara seperti .uk masih merupakan yang paling populer.

Sebagian besar domain baru yang disetujui oleh Icann itu untuk industri tertentu atau kelompok-kelompok khusus.

Baru-baru ini Icann mempertimbangkan usul daftar nama kedua untuk domain baru.

Awal tahun ini badan itu dengan resmi menyetujui domain .jobs dan .travel.

Domain .xxx adalah nama domain paling baru yang telah disetujui. Icann kini sedang berunding dengan ICM Registry, sponsor rencana nama .xxx plan, mengenai bagaimana tujuan internet baru itu dibiayai dan dijalankan.

ICM Registry didirikan khusus untuk melakukan lobby bagi domain was formed specifically to lobby for the creation .xxx. Pindah ke alamat .xxx akan bersifat sukarela, namun ICM mengatakan sejumlah pemilik situs pornografi telah menyatakan mendukung ide itu.

Dalam pernyataan, ICM mengatakan pendirian domain .xxx akan: "membantu melindungi anak-anak dari pornografi di internet dan juga memiliki dampak positif pada hiburan orang dewasa di internet melalui upaya sukarela industri terkait."

Sementara ICM akan bertanggungjawab atas teknolodi di belakang .xxx, situs yang mempergunakan domain ini akan diawasi oleh kelompok amal, International Foundation for Online Responsibility.

Tidak Perlu?

Keputusan menyetujui domain .xxx terjadi lima tahun setelah ide itu pertama kali diajukan.

Icann beberapa kali menolak usul itu. Dalam laporan awal terhadap ide tersebut, para pakar Icann mengatakan usul ini tidak "memenuhi kepentingan yang belum terpenuhi" karena isi situs orang dewasa sudah ada di internet.

Sebuah laporan atas usul ini menyatakan, tidak ada mekanisme (teknis atau tidak teknis) yang mewajibkan internet bagi orang dewasa pindah dari domain yang sudah ada ke domain .xxx.

Para pakar Icann juga mempertanyakan kemudahan menetapkan situs mana yang harus memakai domain .xxx dan mana yang tidak perlu.

"Banyak orang menolak karena sistem penamaan domain tidak harus digunakan untuk memfilter isinya," ujar Jonathan Robinson, direktur NetNames.

"Tapi menurut saya ini adalah jalan keluar yang baik," tambahnya.

ICM Registry kemungkinan menghadapi masalah mendorong orang mendaftarkan diri, ujar Robinson.

"Jika anda punya situs pornografi yang sangat sukses dengan alamat di domain tertentu, anda akan ragu mengubahnya," katanya. (bbc/erl)