< >

Bush Tolak Hapus Hutang Afrika

Sabtu, 04 Juni 2005 09:19
Kapanlagi.com - Rencana Inggris untuk menghapuskan utang negara-negara Afrika menghadapi penentangan di AS, khususnya dari Presiden George W Bush. Ia mengatakan bagian pokok rencana itu tidak sesuai dengan proses anggaran AS. Sikap ini memunculkan kemungkinan sengketa dengan PM Inggris Tony Blair, yang akan berada di Washington pekan depan.

Inggris mengusulkan keringanan pinjaman besar-besaran dan menambah bantuan untuk Afrika hingga dua kali lipat, dan Menteri Keuangan Gordon Brown telah mengajukan rencana ambisiusnya hari Kamis. "Ini saatnya bagi pembebasan utang 100%, bukannya bersikap malu-malu," kata Brown.

Inggris menyatakan 2005 tahun sangat penting bagi Afrika, dan berpendapat tanpa bantuan lebih besar, target Milenium PBB untuk memangkas setengah dari jumlah warga miskin dunia sebelum tahun 2015 mustahil bisa dipenuhi. Saat berbicara di Edinburgh, Brown mengatakan akan mengajukan usul kepada para pemimpin negara industri maju G8 dalam pertemuan puncak bulan depan.

Di samping pembebasan utang 100 persen, Brown menghendaki didirikannya Fasilitas Keuangan Internasional, IFF, untuk membantu membiayai program imunisasi di Afrika. Bantuan seyogyanya dilipatduakan menjadi US$80 miliar per tahun menjelang tahun 2010. Namun, tetap merisaukan bahwa Inggris mengusulkan rencana utang itu akan dibiayai sebagian dengan menjual cadangan emas yang disimpan Dana Moneter Internasional, IMF.

Kenaikan harga minyak menyebabkan naiknya nilai cadangan itu, dan Inggris ingin menggunakan tambah dana itu. Amerika, sebagaimana sejumlah negara lain termasuk Jepang, Jerman dan Italia, tidak pernah bersemangat mendukung gagasan untuk menjual emas IMF.

Washington juga mempertanyakan IFF, yang akan memungkinkan negara berkembang mengajukan pinjaman dengan dasar janji bantuan yang akan diterima di masa datang. Bush mengatakan hari Rabu bahwa IFF bagi Afrika tidak sesuai dengan proses anggaran mereka. Sumber di pemerintah Inggris mengatakan akan tetap mengajukan rencana itu, meskin tanpa keterlibatan AS.

Brown menepis laporan-laporan mengenai perselisihan, atau konfrontasi antara Inggris dan Amerika. "Dalam perundingan saya selama beberapa bulan terakhir, khususnya dalam satu dua hari ini, dengan Menteri Keuangan Amerika, kami yakin ada sikap bersama dalam menjamin pembebasan utang itu," katanya.

"Kami yakin mungkin akan tercapai kesepakatan mengenai pembebasan utang. Ini bukan saatnya untuk bersikap malu-malu, atau takut mencapai tujuan yang terlalu tinggi," kata Menkeu Brown. (bbc/tut)