"Tepat, karena kami sekarang menghadapi kesulitan, kami menegaskan kebijakan untuk meluaskan pertukaran" di bidang-bidang ini, kata Kazuo Kitagawa, menteri Pertanahan, Prasarana dan Perhubungan Jepang, setelah menandatangani pernyataan bersama dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Korea Selatan, Chung Dong Chea.
Kitagawa sedang mengunjungi Korea Selatan hingga Minggu.
Dengan memperingati ke-40 tahun normalisasi hubungan bilateral, pemerintahan kedua negara merencanakan aktivitas berbagai kebudayaan dan lainnya. Mereka juga merancang 2005 sebagai tahun peningkatan kunjungan timbal balik.
Tetapi sejumlah pertukaran program dibatalkan oleh pemerintahan daerah kedua negara setelah hubungan bilateral memburuk karena perselisihan wilayah tentang sebuah pulau yang dikuasai Korea Selatan di Laut Jepang.
Pulau itu dinamakan Takeshima dalam bahasa Jepang dan Tokto dalam bahasa Korea. Korea Selatan menyerang peraturan setempat yang dibuat pada Maret di Daerah Shimane, Jepang untuk menciptakan "Hari Takeshima."
Hubungan kedua negara juga mengalami kemunduran karena perselisihan soal kunjungan berulangkali Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi ke tempat bekas perang, "Yasukuni Shrine" dan perselisihan mengenai isi buku sejarah yang disusun oleh sekelompok sarjana Jepang yang dikatakan oleh Korea Selatan bahwa Jepang menyembunyikan peran militernya di masa lalu.
Pernyataan bersama itu menandai pernyatan oleh Tokyo dan Seoul untuk mengadakan peristiwa bersejaran itu pada tahun ini sebagaimana dijadwalkan dan memperbaiki hubungan antara kota kembar kedua negara.
Secara spesifik, pernyataan itu menetapkan sasaran kunjungan timbal balik pada tahun ini dalam lima juta orang dan menyerukan berbagai upaya untuk meningkatkan pertukaran antara generasi muda dan peningkatan penerbangan lebih lanjut dan berbagai pelayanan transportasi lainnya antara kedua negara.
Kitagawa mengatakan pemerintah Jepang mungkin memperpanjang masa pengecualian syarat-syarat visa bagi para wisatawan masa pendek Korea Selatan yang melebihi enam bulan rencana semula hingga Pameran Dunia di Daerah Aichi pada 25 September 2005.
Sementara baru-barui ini berita memburuk mengenai hubungan diplomatik dan politik kedua negara mendominasi, hubungan kebudayaan mereka menguat ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan para aktor, aktris dan penyanyi Korea Selatan menjadi sangat terkenal di Jepang. (*/lpk)