< >

Diplomat Cina Yang Membelot Mengaku Terancam Jika Dipulangkan ke Beijing

Minggu, 05 Juni 2005 10:00
Kapanlagi.com - Mantan diplomat senior Cina yang meminta suaka politik dari Australia mengatakan hari Sabtu ia tidak dapat mendukung pemerintahannya dan mengkhawatirkan keselamatannya jika ia dikirim ke Beijing.

Chen Yonglin (37) juga mengatakan bahwa para pejabat Autralia memperingatkannya bahwa tindakannya itu "akan menimbulkan akibat serius" dan kemungkinan mempengaruhi hubungan perdagangan Canberra-Beijing yang kini makin meningkat.

Pemerintah Australia hari Sabtu menegaskan bahwa seorang diplomat Cina meminta visa perlindungan namun menolak mengungkapkan apakah surat lamaran suaka telah ditolak.

"Kami mengetahui bahwa seorang pejabat dari konsulat jenderal Cina di Sydney telah meminta visa perlindungan," kata seorang juru bicara Departemen Urusan Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) kepada kantor berita AFP tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Chen, yang berbicara pada suatu kampanye menandai peringatan ke-16 peristiwa berdarah di Lapangan Tiananmen, mengatakan bahwa ia, istrinya dan anak perempuannya berusia enam tahun hidup dalam pesembunyian ketika mereka menunggu penentuan akhir soal kasus mereka.

Ia mengatakan bahwa ada sekitar 1.000 agen mata-mata Cina yang beroperasi di Australia dan mereka sebelumnya melakukan penculikan atas warga Cina dan memulangkan mereka ke Cina daratan.

"Mereka berhasil menculik mereka di Australia dan memulangkan ke Cina," kata Chen, yang mengundurkan diri sebagai konsul urusan politik pada konsulat jenderal di Sydney pekan lalu.

Memburu

Chen mengatakan ia yakin agen rahasia Cina melakukan pelacakan dan kemungkinan membututinya ke kota pantai Gosford, utara Sydney, tak lama setelah ia mengundurkan diri.

"Saya pikir Gasford merupakan tempat yang aman karena tidak terlalu banyak warga Cina," ujar dia kepada para wartawan. "Mereka mencari saya dan memburu saya."

Chen, yang terlibat dalam protes pro-demokrasi tahun 1989 di Beijing sebelum begabung dalam korps diplomatik dua tahun lalu, mengatakan ia ingin membelot karena ia tidak dapat lagi mendukung penyiksaan terhadap para pembangkang.

Militer Cina membunuh ratusan, jika tidak ribuan, mahasiswa tidak bersenjata dan pemrotes lainnya dalam pembantaian di Tiananmen.

Chen mengatakan bahwa satu dari pekerjaannya selama empat tahun lalu adalah memantau pembangkang politik dan ia juga membantu mereka.

Jika kembali ke Cina, ia kemungkinan akan menghadapi hukuman kurungan yang sangat lama, ujar Chen.

"Saya tentunya akan disiksa karena selama bertugas selama empat tahun di konsulat, saya telah membantu akitivis pro-demokrasi dan kelompok Falun Gong," tambah sang pembelot.

Chen yang berbeicara lembut tampak gugup selama jumpa pers setelah kampanye itu namun mengatakan ia yakin bahwa pemerintah Australia akan memperlakukanya dengan adil.

"Saya percaya dengan pemerintah Australia. Berdasarkan konvenesi internasional, pemerintah Australia berkewajiban melindung saya sebagai diplomat," ujarnya kepada AFP. (*/lpk)