< >

Ratusan Ribu Pengunjukrasa Protes Pembicaraan ETA

Minggu, 05 Juni 2005 21:03
Kapanlagi.com - Ratusan ribu pengunjukrasa, termasuk anggota parlemen oposisi dari kubu Konservatif, berpawai di Madrid, Sabtu, guna memprotes pembicaraan antara pemerintah Sosialis dengan kelompok separatis bersenjata Basque, ETA.

Unjukrasa tersebut, yang diserukan oleh Perhimpuan Korban Terorisme, menarik sebanyak 850.000 orang, kata polisi kotapraja Madrid, sementara penyelenggara menyatakan jumlah orang yang ikut mencapai satu juta.

Pawai damai itu Sabtu petang di ibukota Spanyol tersebut dimulai sekitar pukul 18:00 waktu setempat (23:00 WIB) di persimpangan Lopez de Hoyos, tempat serangan ETA 1993 menewaskan tujuh orang. Pengunjukrasa kemudian bergerak menuju plaza Republica Dominicana, tempat serangan lain ETA 1986 menewaskan 12 petugas keamanan sipil.

Sebagian pengunjukrasa membawa gambar lebih dari 800 orang yang tewas dalam aksi empat dasawarsa ETA untuk memperoleh kemerdekaan bagi wilayah Basque, yang membentang di sepanjang Pyrenes di Spanyol utara sampai Perancis baratdaya.

Sambil berteriak, "Spanyol!", pengunjukrasa membawa bendera Spanyol dan Basque serta spanduk bertuliskan, "Tidak atas namaku."

Pemerintah Sosialis pimpinan Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zapatero ingin memulai dialog jika ETA melucuti senjata anggotanya dan meninggalkan kekerasan, kebijakan yang didukung oleh parlemen dari pemungutan suara 17 Mei.

Zapatero telah berulangkali memberitahu ETA bahwa kelompok itu harus dibubarkan.

Anggota oposisi Spanyol, Partai Rakyat, ikut dalam protes tersebut, termasuk pemimpin kubu Konservatif saat ini Mariano Rajoy dan mantan pemimpinnya serta perdana menteri Jose Maria Aznar.

ketika menyampaikan pendapatnya kepada harian La Razon, Sabtu, Aznar mengatakan ia akan ikut pawai tersebut karena ia sendiri adalah "korban terorisme". Pada 1995, Aznar lolos tanpa cedera dari satu upaya pembunuhan oleh ETA.

"Mayroitas besar tak ingin siapa pun melepaskan kemerdekaan kami," kata Aznar.

Beberapa jam sebelum pawai tersebut, Partai Rakyat menyeru Zapatero agar "mendengar suara korban" dan "kembali ke kebijakan anti-terorisme".

Pawai itu telah memecah pendapat organisasi korban terorisme di Spanyol, sejalan dengan garis politik mereka.

Perhimpunan 11 Maret, yang mewakili korban yang tewas dalam pemboman kereta Madrid tahun lalu, menyatakan kelompok tersebut takkan ikut.

Namun badan anti-ETA, Basta Ya (Cukup Sudah), menyatakan mendukung aksi itu, meskipun kelompok tersebut mencela "aksi ingin tahu dan agresif" terhadap pendirinya --filiosof Fernando Savaterm, yang menentang pawai tersebut. (*/rit)


BERITA TERKAIT