Kondisi seperti itu terjadi setelah mantan pejabat Biro Penyidik Federal (FBI), Mark Felt, mengungkap dirinya sebagai Deep Throat, nara sumber yang dirahasiakan dalam liputan selidik kedua wartawan The Washington Post tersebut.
Pada 1974, popularitas laporan jurnalistik itu menyebabkan President Richard Nixon terpaksa mengundurkan diri, dan digantikan Wakil Presiden saat itu, G. Ford.
Versi film untuk buku itu juga mengalami kenaikan penjualan mengikuti berita tentang pembeberan Deep Throat di majalah Vanity Fair tersebut. Film produksi 1976 tersebut dibintangi dua aktor terkenal, Dustin Hofman selaku Carl Bernstein dan Robert Redford (Bob Woodward) atas arahan sutradara Alan J. Pakula.
All The President`s Men saat ini menempati peringkat 27 pada tangga penjualan di laman (situs Internet) Amazon.com, dan peringkat 44 pada laman Barnes& Noble.com di antara ratusan buku terlaris.
Menurut jubir Barnes&Noble, Carolyn Brown, lonjakan penjualan buku selalu mengikuti maraknya laporan media massa tentang peristiwa atau tokoh dalam buku bersangkutan.
Mark Felt, yang menjadi Wakil Direktur FBI selama kandal Watergate, muncul di majalah Vanity Fair pada Selasa lalu dengan pengakuan : "Sayalah orang yang disebut Deep Throat."
Pengakuan itu kemudian dibenarkan oleh The Washington Post, yang mengakhiri misteri dan spekulasi yang merebak selama 30 tahun terakhir ini.
Bob Woodward dan Carl Bernstein selama ini tidak menjelaskan jati diri Depp Throat lantaran terikat etika jurnalistik menjaga 'hak ingkar' untuk tidak menyebutkan siapa nara sumber mereka. (*/erl)
Lihat Profil: Dustin Hoffman, Robert Redford