< >

BRI Ajukan Diri Tangani Dana Kompensasi BBM

Senin, 06 Juni 2005 15:18
Kapanlagi.com - Bank Rakyat Indonesia (BRI) menawarkan diri sebagai bank pelaksana, dalam penyaluran dana subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya.

"BRI siap menerima, dan menampung penyaluran dana subsidi BBM, karena kami memiliki jaringan yang cukup luas," kata Direktur Operasi BRI Ahmad Askandar kepada wartawan, usai bertemu Wapres di Istana Wapres, Jakarta, Senin (6/6).

Menurut Askandar, BRI merupakan bank yang paling efisien dan praktis bagi penyaluran dana kompensasi BBM, karena memiliki jaringan yang cukup luas di seluruh pelosok Indonesia.

Saat ini BRI memiliki 33 juta nasabah, serta memiliki 4.700 kantor serta 4.000 kantor unit di pelosok-pelosok desa.

"Nanti, siapa saja yang akan menerima tinggal dicatat dan buka simpedes, otomatis dana bantuan pengganti BBM bisa kita salurkan dengan cepat," kata Askandar.

Namun ketika ditanyakan, apakah saat ini BRI telah menerima tawaran dari pemerintah sebagai bank pelaksana untuk penyaluran dana kompensasi BBM tersebut. Askandar menyatakan, belum.

Jajaran direksi BRI yang dipimpin langsung Dirut BRI Sofyan Basir, bertemu dengan Wapres Jusuf kalla untuk melakukan silaturahmi, sehubungan kepengurusan direksi baru BRI.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Dirut BRI Sofyan Basir, Wapres menekankan agar BRI tetap pada bisnis utamanya di bidang kredit mikro dan usaha kecil.

"Wapres berbicara tentang pertanian pedesaan, berkaitan dengan tanaman keras, seperti coklat, mete dan sebagainya. Yang penting, kita (BRI) diminta untuk segera mengantisipasi keinginan-keinginan pembiayaan di sektor pertanian pedesaan tersebut," kata Dirut BRI Sofyan Basir.

Dalam penjelasan lainnya disebutkan, hingga Maret 2005 BRI telah memberikan kedit sebesar 31,1% untuk sektor mikro, 87,1% untuk mikro, kecil dan menengah dan 12% untuk komersial.

"Jadi untuk mikro telah melebihi, jauh dari anggaran yang ditetapkan," kata Sofyan. Jumlah kredit tersebut totalnya sebesar Rp63 triliun per maret 2005.

Bank Jangkar

Sementara itu, mengenai kemungkinan BRI sebagai bank jangkar, Dirut BRI Sofyan Basir menyatakan, hal itu masih dalam proses persiapan. Saat ini, tambahnya BRI sedang menyelidiki beberapa bank yang kemungkinan bisa menjadi rekan atau yang lainnya.

"Kami sedang mempelajari bank-bank mana yang sangat cocok dengan situasi BRI sendiri atau sebagai pelengkap dari bisnis BRI, kami baru mempelajari bagaimana bersinergi," kata Sofyan Basir.

Namun, tambahnya, sampai saat ini baru tiga bank yang sedang dipelajari oleh BRI yang bisa sebagai bank pelengkap atau sebagai panter BRI nantinya.

"Tapi itu semua tergantung dari pemilik bank itu sendiri, sejauh mana mana akan diputuskan. Apakah akan ada kecocokan, keputusan yang akan diambil apakah sebagai strategic partner atau apa. Itu hal-hal yang harus dibicarakan lebih lanjut," kata Sofyan.

Namun, mengenai tiga bank apa saja yang sedang dipelajari oleh BRI, Sofyan tak bersedia menyebutkannya. "Belum bisa kita sebutkan , karena itu menyangkut bank-bank lainnya," kata Sofyan Basir. (*/bun)