< >

36 Tewas dan 72 Cedera dalam Aksi Bom di Nepal

Selasa, 07 Juni 2005 12:42
Kapanlagi.com - Sedikitnya 36 orang tewas dan 72 lain cedera di Nepal baratdaya ketika sebuah bom kuat menghantam bis penumpang yang padat dalam salah satu serangan paling mematikan terhadap warga sipil oleh tersangka pemberontak Maois sejak pemberontakan mereka meletus sembilan tahun lalu.

"Sedikitnya 36 warga sipil tewas dan 72 lain cedera ketika teroris meledakkan bis mereka dengan sebuah ranjau darat di Madi di Chitwan," kata militer dalam sebuah pernyataan. Sebelumnya, radio pemerintah mengutip polisi yang mengatakan, jumlah kematian mencapai lebih dari 50 orang.

Seorang perwira angkatan darat mengatakan bis itu hancur oleh kuatnya ledakan dan penumpang mengalami puntung bagian tubuh akibat pecahan-pecahan bom, logam dan kaca bis tersebut. "(Bis) itu terhempas sangat tinggi dan jatuh dan pecah menjadi dua," kata perwira itu mengutip saksi mata.

Radio mengutip inspektur polisi Surendra Bahadur Shah yang mengatakan, 16 orang yang cedera parah telah dibawa ke rumah-rumah sakit di Kathmandu untuk memperoleh perawatan. Shah mengatakan, serangan itu merupakan pekerjaan "teroris", sebuah istilah yang digunakan polisi dan militer di Nepal untuk pemberontak Maois.

Sejumlah pejabat mengatakan, banyak dari korban-korban itu adalah wanita dan anak-anak, dan tiga personel militer yang sedang dalam perjalanan pulang untuk liburan termasuk diantara korban yang tewas. Ledakan itu terjadi di desa Madi di distrik Chitwan yang dikuasai Maois, sekitar 180 kilometer sebelah baratdaya Kathmandu, pada Senin pagi.

Militer telah menutup lokasi kejadian untuk memungkinkan petugas medis dan anggota-anggota keluarga mencari barang yang bisa membantu mengidentifikasi sejumlah korban. Operasi pencarian untuk menangkap pelaku kejahatan itu juga dilakukan di seluruh distrik tersebut.

Saksi mata di lokasi ledakan mengatakan, ledakan itu meninggalkan sebuah lubang lima kaki di jalan yang kotor itu. Bis yang hangus dan hancur itu telah ditarik ke sebuah ladang yang berdekatan. Militer menyatakan, pemberontak memasang bom 50 kilogram yang berkekuatan tinggi di dalam sebuah tempat yang dipendam di bawah jalan itu dan meledakkannya dengan alat pengendali jarak jauh ketika bis yang membawa lebih dari 100 penumpang itu lewat. (*/tut)