Asisten Menteri Pertahanan AS, Peter Rodman yang menangani masalah keamanan internasional akan mengunjungi Hanoi dan kembali bertolak ke Washington pada Kamis. "Disini kami akan membahas mengenai evolusi hubungan kemiliteran antara kedua negara," kata seorang pejabat tinggi Pentagon.
Kunjungan Rodman adalah kontak Washington Hanoi sebelum dilakukannya kunjungan Perdana Menteri Vietnam Phan Van Khai pada 21 Juni mendatang ke Washington. Phan Van Khai akan merupakan pejabat negara tertinggi yang datang ke AS semenjak perang Vietnam usai.
Kedua negara akan merayakan sepuluh tahun normalisasi hubungan kedua negara pada Juli mendatang. Wakil menteri luar negri AS Robert Zoellick berkunjung ke Vietnam bulan lalu dan mendesak pemerintah Hanoi agar melakukan reformasi ekonomi apabila ingin mengimbangi dan dapat bersaing dengan tetangganya Cina dan menjadi salah satu bagian dari tatanan ekonomi dunia.
Para pengamat kemiliteran mengatakan membaiknya dan meningkatnya hubungan antara AS dengan Vietnam akan membuka kesempatan bagi Vietnam untuk menjadi kekuatan penyeimbang akan meningkatnya pengaruh Cina di kawasan regional.
Namun para pejabat AS berkeras upaya Washington untuk membangun hubungan lebih erat terutama di bidang kemiliteran sama sekali tidak bertujuan untuk mengimbangi kekuatan dan pengaruh Beijing. "Vietnam sangat berhati-hati menanggapi hal ini (hubungan kemiliteran dengan pendekatan baru AS) dan kami (AS) tidak akan mendesak mereka."
"Kami akan membiarkan hal itu berubah secara alami dan wajar , karena sesungguhnya hal ini merupakan program jangka panjang. Kami siap untuk menangninya bersama-sama apabila Vietnam juga menyatakan hal yang sama."
Mantan menteri pertahanan AS, William Cohen mengunjungi Vietnbam pada tahun 2000 dan Laksamana purnawirawan Thomas Fargo yang ketika masih menjabat Komando AS untuk wilayah Pasifik telah mengunjungi Komando AS-Pasifik pada Februari 2004.
Menteri pertahanan Vietnam datang ke Washington pada November 2003 dan kapal-kapal AL-AS telah singgah di sejumlah pelabuhan Vietnam namun hubungan di bidang militer tidaklah begitu pesat berkembang. Para pejabat AS agaknya enggan untuk membuat agenda yang akan mencari tahu hal-hal apa yang sebenarnya diinginkan Hanoi.
Namun salah satu kemungkinan walaupun masih berupa dughaan dini adalah AS berkeinginan untuk membawa Vietnam ke dalam forum IMET (program internasional pendididkan dan pelatihan kemiliteran ) yang diyakini para pejabat departemen pertahanan dan keamanan AS merupakan salah satu hal yang paling efektif untuk membangun hubungan dengan militer negara lain.
Didalam program tersebut maka sejumlah perwira militer satu negara akan dipilih untuk mendapatkan pendididkan di sekolah dan lembaga militer AS untuk memperoleh nilai-nilai doktrin. Salah satu kemungkinan wilayah kerja sama adalah inisiatif kebijakan AS akan prolifikasi yaitu kesepakatan suka rela dimana negara yang bersangkutan berjanji untuk menghalangi pengangkutan kapal berkaitan dengan senjata pemusnah massal.
Parta pejabat tinggi AS mengatakan tak ada niat sama sekali untuk meminta Vietnam untuk mengijinkan AS membangun pangkalan militer AS dinegara itu. Menurut para pengamat militer kemungkinan AS berkeinginan untuk mengatur kerja sama militer dimasa mendatang yang dapat membuka kesempatan bagi AS untuk menggunakan fasilitas di teluk Cam Ranh.
Dalam masa perang Vietnam, Cam Ranh yang terletak di wilayah tenggara adalah instalasi militer AS terbesar di wilayah pelabuhan. AS kini menjadi mitra usaha Vietnam yang terbesar. "Vietnam memiliki berbagai kesempatan untuk menjadi kekuatan berpengaruh di kawasan regional," kata Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld dalam konferensi pertahanan dan keamanan di Singarpura pekan lalu. (*/tut)