Wapres menjelaskan, pemerintah sudah menyiapkan subsidi hingga Rp500 miliar lebih dan jumlah tersebut masih ditambah dengan berbagai insentif lainnya, guna merangsang pembangunan rumah-rumah sederhana tersebut.
Wapres juga menjelaskan tentang bagaimana pandangan pemerintah terhadap industri properti di Indonesia.
Dikatakannya, saat ini BTN (Bank Tabungan Negara) sudah bisa mengucurkan kreditnya kepada para pengembang, untuk pembebasan lahan yang nantinya dikhususkan bagi pembangunan rumah-rumah sederhana.
"Untuk tingkat bunganya juga sudah mulai turun. Jadi sebenarnya sektor perumahan ini sudah mulai bergairah," kata Wapres.
Kalla juga menegaskan, hampir semua kendala yang dihadapi dalam pembangunan rumah-rumah sederhana tersebut sudah bisa terselesaikan. (*/bun)