BI: Rupiah Pasti Menguat Kembali
Kapanlagi.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah menyatakan, meski dalam beberapa bulan terakhir nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami tekanan, namun pihaknya yakin peluang rupiah untuk menguat kembali cukup besar. "Prediksi nilai tukar rupiah bila dihitung saat ini tetap berada pada posisi under value, sehingga kemungkinan untuk menjadi kuat tetap terbuka," kata Burhanuddin seusai berbicara di depan peserta Musyawarah Nsional Khusus KADIN di Jakarta, Rabu (8/6). Ia menambahkan, penguatan nilai tukar rupiah pun tergantung faktor eksternal lainnya. "Ada faktor eksternal yang mempengaruhi stabilitas rupiah, misalnya kenaikan harga minyak dunia, kenaikan suku bunga Bank Federal AS, masalah di Eropa dan lain sebagainya," kata Burhanuddin. Meski demikian, dia menambahkan, dalam dua minggu terakhir sudah ada perbaikan nilai tukar rupiah yang nantinya dapat menopang stabilitas nilai tukar. "BI selalu ada di pasar, dan tetap melakukan pemantauan," ujarnya. Selain faktor eksternal yang mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, ada juga faktor internal yaitu volatilitas. "Memang dalam beberapa bulan terakhir ada volatilitas dari rupiah dan itu menyangkut masalah permintaan dan penawaran. Namun untuk saat ini, bila kita mengukur dari volatilitas tersebut menunjukan, sudah semakin baik dan stabilitas nilai tukar juga semakin baik," ujarnya. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar tersebut, BI akan terus memantau atau bila perlu melakukan intervensi, meski intervensi tersebut hanyalah dilakukan untuk jangka waktu pendek saja. (*/bun) |