"Proposal izin menggunakan spektrum frekuensi sudah diajukan ke pemerintah (Ditjen Postel--red), kata Vice Presiden New Products, Technology, VAS, WiMax dan 3G, Alfred Boediman, di sela-sela peluncuran program "Nada Tunggu Pribadi XL", di Jakarta, Selasa (8/6).
Menurut Alfred, secara infrastruktur, XL sudah siap melakukan ujicoba mulai dari infrastruktur hingga fitur-fitur layanan yang dapat disediakan bagi konsumen ke depan.
"Dengan demikian, nantinya bisa diketahui gambaran pasar jika layanan XL ini telah menjadi komersial," kata Alfred.
Layanan seluler 3G merupakan aplikasi telekomunikasi generasi ketiga, yang memungkinkan masyarakat atau pengguna telepon secara bersamaan dapat berkomunikasi, menarik data, video streaming, dan aplikasi layanan lainnya.
Meski demikian, Alfred tidak bersedia merinci lebih lanjut layanan 3G XL, karena hingga kini perusahaan belum mendapatkan alokasi frekuensi.
Saat ini, pemerintah (Depkominfo) sedang berupaya menata ulang frekuensi 3G, sebagai bagian dari langkah melakukan tender penyelenggaraan 3G berbasis Wideband CDMA, pada pita frekuensi 1.900MHz-2GHz.
Berdasarkan standar frekuensi ada 60 Megahertz yang akan dialokasikan pemerintah, sebagian besar di antaranya telah dialokasikan kepada PT Cyber Acces Communication (CAC) sebesar 15 Mhz, PT Natrindo Telepon Seluler (Lippo Telecom) 10 Mhz, PT Wireless Indonesia 5 Mhz, serta keperluan layanan telepon tetap tanpa kabel (fixwireless) TelkomFlexi 5 Mhz, dan StarOne 5 Mhz.
Khusus frekuensi 3G CAC dan Lippo Telecom, pemerintah sedang melakukan audit ulang terkait proses tender dan penjualan saham kedua perusahaan itu ke pihak asing.
Menurut Alfred, dalam penetapan alokasi frekuensi spektrum tersebut, pemerintah harus bersikap adil, sehingga layanan masing-masing operator lebih maksimal.
3G berbeda dibanding layanan seluler sebelumnya, mulai dari teknologi yang digunakan, perangkat telepon, hingga kecepatan layanan.
Selain itu, masyarakat juga harus diedukasi, sehingga saat memasuki tahap komersial, layanan 3G bisa lebih berkembang sesuai dengan harapan operator maupun pemerintah. (*/bun)