< >

Warga Amerika Anggap Perang Irak Gagal Tingkatkan Keamanan AS

Kamis, 09 Juni 2005 06:37
Kapanlagi.com - Semakin meningkatnya perdebatan tentang tentara Amerika Serikat yang menjadi korban di Irak membuat 52% warga AS lewat jajak pendapat menganggap perang Irak tidak meningkatkan keamanan jangka panjang negara mereka.

Jajak pendapat yang dilaporkan jaringan televisi ABC itu juga mencatat 58% warga AS percaya bahwa perang Irak tidak bermanfaat, hampir dua per tiga menganggap AS tidak membuat kemajuan di Irak dan 45% memperkirakan perang Irak akan berakhir sama seperti perang Vietnam.

Sebagai tambahan -- dan mungkin yang paling berbahaya dalam arti politis -- dukungan bagi penanganan terorisme ala Bush, turun 11 persen sejak Januari hingga Maret.

Penurunan itu membuat dukungan bagi Bush mencapai titik tertendah, 50%, sama ketika ia mendapat tekanan saat melakukan kampanye presiden. Titik terendah itu juga terlihat saat terjadi penculikan dan pembunuhan atas warga AS, Paul Johnson, di Arab Saudi.

Selain makin tidak populernya perang Irak, jajak pendapat itu juga menunjukkan untuk pertama kalinya 55% warga AS menyatakan bahwa Bush malah lebih memecah belah ketimbang mempersatukan Amerika Serikat.

Ketidak-senangan terhadap penampilan Bush secara keseluruhan mencapai titik tertinggi, 52%, dan mayoritas warga negeri Paman Sam itu tidak menyukai kepribadian Bush.

Menurut survei, "dampak kerusakan" perang di Irak dan meningkatnya penolakan terhadap prioritas politk membuat penilaian terhadap kinerja Bush merosot pada titik terburuk sepanjang karirnya.

Penolakan itu juga membuat masa jabatan kedua Bush tidak disukai dan sekaligus membuat buruk masa depan partainya, Partai Republik.

Suara mayoritas yang menolak Bush mulai dari masalah ekonomi dan jaminan sosial hingga riset tenaga nuklir.

Hasil jajak pendapat tersebut tampaknya memperlihatkan presiden tidak menepati janjinya. Pada Januari lalu, 55% warga AS mengharapkan Bush bekerja lebih baik pada masa jabatan kedua ketimbang sebelumnya. Kini, hanya 30% yang menyatakan seperti itu.

Meski mereka masih sangat mendukung, warga AS yang merasa kecewa sebagian besar justru berasal dari orang-orang Partai Republik, pendukung utama Bush.

Pandangan ini, menurut ABC, diikuti dengan perasaan keterkucilan, tidak hanya dari Bush tapi juga dari kedua partai di Kongres. (*/lpk)