Beberapa negara di Amerika Selatan melihat rencana AS ini punya potensi untuk mengacaukan situasi. Perkembangan itu terjadi menyusul kegagalan Washington bulan lalu untuk memajukan kandidat mereka duduk di kursi pemimpin organisasi tersebut.
AS kini harus menerima Jose Miguel Insulza dari Chile setelah gagal mendapat dukungan atas dua kandidat mereka. Jajaran menteri dari 34 negara Amerika dan Karibia bertemu di Fort Lauderdale Florida, untuk membahas berbagai masalah yang saat ini dipanggul benua tersebut.
Badan diplomatik setuju atas usulan, yang membuat Insulza bisa membikin laporan tentang berbagai kekuatiran atas kinerja demokrasi di negara anggota. OAS juga setuju untuk membantu Bolivia mengatasi kemelut politik yang membuat presidennya menawarkan pengunduran diri.
Diplomat AS untuk Amerika Latin, Roger Noriega mengatakan, kesepakatan itu dianggap sebagai sebuah kesuksesan. "Posisi kami selalu memilih solidaritas dan bergerak lebih pro-aktif untuk menghancurkan penghalang demokrasi, daripada memberi berbagai sanksi kepada negara-negara," tuturnya.
Namun Venezuela menyambut baik kegagalan usulan AS. Wakil menteri luar negeri Delcy Rodriguez mengatakan, perkembangan terakhir ini menunjukkan bahwa OAS bukanlah halaman belakang Washington. Berbagai laporan menyebutkan, AS akan lebih kuatir bahwa kebanyakan pemain besar di wilayah setuju dengan pernyataan tersebut.
Meksiko dan Brazil sama-sama menentang mekanisme baru usulan AS itu, yang dianggap ingin memaksakan pandangan tertentu tentang demokrasi. Di Meksiko, editor sebuah majalah kebijakan luar negeri mengatakan, tidak pelak lagi perkembangan terakhir adalah kegagalan bagi Washington.
Rafael Fernandez de Castro mengatakan, hal itu menunjukkan bahwa wilayah Amerika Latin dan Karibia sudah muak dengan pemerintahan AS yang terlalu banyak menuntut ini-itu, memberikan sangat sedikit sebagai gantinya, serta lebih tampak ingin memaksa daripada berunding. (bbc/tut)