< >

'Dunia' Sambut Hati-hati Usulan Pembatalan Hutang Afrika

Kamis, 09 Juni 2005 11:11
Kapanlagi.com - Berbagai kelompok penekan yang ingin mengakhiri kemiskinan di negara berkembang menyambut hati-hati gerakan Inggris dan AS membatalkan utang di negara-negara paling miskin di Afrika. Pegiat anti kemiskinan terkemuka Bob Geldof mengatakan, pengumuman presiden AS George W. Bush dan PM Inggris Tony Blair adalah awal yang baik.

Selasa, keduanya mengatakan hampir mencapai kesepakatan dalam isu penghapusan utang dengan beberapa persyaratan yang saat ini membebani 32 negara. Kedua pemimpin itu rencananya akan mencari dukungan bagi rencana mereka dari negara-negara terkaya di dunia dalam KTT negara G8 bulan depan.

AS menjanjikan US$ 674 juta (£350 juta) bantuan bagi Afrika, yang kebanyakan akan digunakan untuk memerangi kelaparan di Ethiopia dan Eritrea. Jumlah itu jauh lebih kecil dari yang diharapkan Blair. Seiring dengan itu, PBB Selasa dalam sebuah laporan mengingatkan, target untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan di Afrika pada tahun 2015 tampaknya tidak akan tercapai.

Hal itu bila dikaji menurut kecenderungan akhir-akhir ini. Bob Geldof mengatakan, dia terdorong dengan hasil pertemuan Blair dan Bush. "Blair pergi ke Washington dan muncul banyak sinyal bahwa semua ini adalah bencana, namun saya pikir AS dan Inggris mendapat kesepakatan dalam isu penghapusan utang."

"Dalam isu menggandakan bantuan, Amerika memang tidak pernah berjalan sejauh itu, karena ekonomi Amerika saat ini sangat buruk," tambah Geldof. Kevin Watkins, direktur Kantor Pembangunan Manusia PBB juga menyambut perkembangan terbaru ini dengan hati-hati. "Dalam isu penghapusan utang, terdengarnya sih cukup membesarkan hati, dan tampaknya memang terjadi sejumlah kemajuan."

"Selain itu juga terdengar kabar baik bahwa disana diumumkan bantuan lebih banyak bagi Afrika, namun ini semua masih sangat jauh dari yang dibutuhkan," tambahnya. Bush melakukan perubahan besar dengan menjanjikan lebih banyak bantuan uang untuk membayar pembatalan utang yang ada di berbagai lembaga keuangan internasional.

Reynolds melaporkan, Bush sebelumnya mengatakan, setiap utang yang akan dihapuskan harus dipotong dari bantuan yang akan diberikan di masa depan, namun setelah pembicaraan dengan Blair, dia menggunakan kata yang sangat diharapkan para pakar bantuan kemanusiaan, yaitu 'bantuan tambahan'.

Bush mengatakan, negara kami sedang menggodok usulan kepada negara-negara G8 untuk memberantas 100% utang-utang tersebut, dan hal itu, dengan memberikan sumber-sumber baru, akan bisa tetap mempertahankan integritas Bank Dunia dan Bank Pembangunan Afrika.

Bush menekankan, pemerintahan yang bersih adalah sangat penting dengan mengatakan, "Tidak ada orang yang ingin memberikan uang kepada pemerintahan yang korup, dimana pemimpin mereka mengambil uang bantuan dan menyimpannya di kantong masing-masing."

Blair setuju bahwa para pemimpin negara-negara Afrika harus menunjukkan komitmen bagi demokrasi dan pemberantasan korupsi. " Ini bantuan bukan sesuatu yang bisa didapatkan dengan gratis," tegasnya. Namun Blair dan Bush gagal mencapai kesepakatan soal perubahan iklim global -isu yang diharapkan Blair bisa menonjol dalam KTT G8 d Skotlandia bulan depan.

Blair mengatakan, dia dan Bush memiliki perbedaan atas isu tersebut, yang diharapkan dapat dibicarakan dalam beberapa minggu ke depan. AS secara konsisten menolak untuk meratifikasi Traktat Kyoto, yang membatas emisi gas buang yang dianggap menjadi penyebab pemanasan global. (bbc/tut)