Dirjen Bina Produksi Tanaman Pangan Jafar Hafsah di Jakarta, Kamis (9/6) menyatakan, diperkirakan lahan buffer tersebut mampu menghasilkan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 900 ribu ton.
" Hasil ini bukan termasuk dalam perencanaan produksi padi kita yang tahun ini 53 juta ton GKG," katanya.
Deptan mencadangkan areal padi tersebut pada lahan pasang surut dan lebak di delapan provinsi yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi Riau dan Lampung serta tersebar di 40 kabupaten dan kota.
Menurut Jafar, lahan lebak dan pasang surut merupakan lahan yang potensial untuk ditanami padi khususnya pada musim kemarau.
"Semakin kering semakin luas lahan lebak dan pasang surut yang bisa ditanami. Lahan ini bisa digunakan untuk mengantisipasi kekurangan produksi padi nasional pada musim kemarau ini," katanya.
Pada kesempatan tersebut Jafar juga menyatakan,setelah melakukan analisis data dan mendapatkan masukan dari semua instansi yang terkait pihaknya merekomendasikan Menteri pertanian untuk memperpanjang larangan impor hingga akhir 2005.
"Kita sudah kumpulkan semua instansi terkait, kesimpulannya produksi tanaman padi masih berjalan normal. Ramalan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Lapan dan lembaga internasional lainnya mengatakan normal, tidak ada yang ekstrim," katanya..
Berdasarkan catatan Ditjen BPTP realisasi tanam pada MT 2004/2005 hingga kini sudah mencapai 60 persen dari total target realisasi tanam tahun ini sekitar 12 juta ha.
"Oleh karena itu kita sudah usulkan kepada Mentan agar larangan impor diperpanjang," katanya.
Sementara itu menyinggung persiapan musim kemarau, Jafar menyatakan, pihaknya telah mempersiapkan varietas padi yang sesuai dengan musim kering dan lahan kering.
Selain itu Deptan meminta Pemda untuk melakukan pemberdayaan pompa air yang ada agar bisa menunjang kegiatan pertanian pada saat kering sedangkan untuk daerah yang benar-benar kering telah dipersiapkan program padat karya.
"Program padat karya ini petani tetap bisa mendapatkan pendapatan. Program padat karya ditujukan untuk memperbaiki fasilitas pertanian seperti perbaikan jaringan irigasi," katanya. (*/dar)