< >

BP Migas Targetkan Produksi Minyak 1,3 Juta Barel Per Hari Pada 2008

Jum'at, 10 Juni 2005 06:35
Kapanlagi.com - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) menargetkan produksi minyak mentah (Crude Oil) Indonesia mencapai 1,3 juta barel per hari pada 2008 dan 2009.

"Produksi sebesar 1,3 juta barel per hari bisa tercapai pada 2008 atau 2009 dengan catatan semua usaha yang akan kami lakukan berdasarkan asumsi yang ada dapat tercapai. Salah satunya bila Cepu tidak beroperasi yang sulit tercapai," kata Kepala BP Migas, Kardaya Wartika, seusai rapat dengar pendapat dengan komisi VII DPR-RI di Jakarta, Kamis (9/6).

Kardaya mengatakan, beberapa usaha yang tengah dilakukan oleh badan yang dipimpinnya tersebut melakukan optimasi lapangan-lapangan minyak yang produksinya kini tengah menurun agar tidak terjadi penurunun yang ekstrim.

"Selanjutnya, langkah kami yang kedua adalah dengan mengejar lapangan-lapangan minyak kecil (marginal field) yang telah ditemukan namun belum berproduksi," kata Kardaya.

Ia melihat belum berproduksinya lapangan kecil yang telah ditemukan tersebut karena dinilai tidak ekonomis.

"Untuk itu kami akan memberikan insentif sehingga bisa beroperasi. Saat ini kami telah mendapat data 33 lapangan. Itu jumlah yang cukup lumayan," tuturnya.

Selain memberikan insentif untuk "marginal field", BP Migas pun memberikan insentif kepada lapangan minyak tua (brown field) agar mampu mempertahankan produksinya sehingga tidak turun drastis.

"Namun kita juga akan hati-hati dalam memberikan insentif kepada mereka," katanya.

Tak hanya mengandalkan lapangan minyak yang telah ditemukan, masih kata Kardaya, pihaknya juga terus mengusahakan menemukan lapangan minyak baru seperti di daerah Madura, lapangan Jeruk yang diperkirakan mempunyai potensi yang kandungan minyak bumi yang besar.

Berdasarkan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) perubahan 2005 asumsi produksi minyak mentah dipatok sebesar 1.125.000 barel per hari.

Sementara menurut catatan BP Migas seperti yang diutarakan oleh Kardaya, hingga awal Juni 2005 produksi minyak mentah Indonesia mencapai 1.067.000 barel per hari.

Dalam Rapat dengar pendapat yang dipimpin oleh Alvin Lie tersebut BP Migas juga menjawab sejumlah pertanyaan termasuk pasokan gas untuk bahan baku bagi industri pupuk dalam negeri.

Menyoroti masalah kurangnya pasokan gas bagi PT Pupuk Iskandar Muda, sejumlah anggota DPR Komisi VII mendesak BP Migas untuk memprioritaskan penjualan gas pada industri pupuk dalam negeri.

Rapat dengar pendapat tersebut berakhir pada pukul 15.00 WIB dengan sejumlah masukan dari Komisi VII kepada BP Migas.

Masukan tersebut antara lain mendesak BP Migas untuk berupaya maksimal mendorong produksi minyak mentah Indonesia sesuai asumsi APBN-P 2005.

Selain itu mendesak BP Migas untuk memprioritaskan pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik, peningkatan kandungan lokal dalam pengadaan barang dan jasa serta peningkatan tenaga kerja lokal dan nasional dalam proyek-proyek migas.

Komisi VII DPR juga mendesak BP Migas untuk membantu mencari pasokan gas dan menyalurkannya pada industri pupuk dalam negeri, khusus untuk PT Pupuk Iskandar Muda hal tersebut harus dilakukan secara maksimal. (*/dar)