Permasalahan birokrasi dan komunikasi dituding sebagai penyebab kegagalan tersebut, menurut penulis laporan yang disusun 12 bulan lalu itu. Laporan itu mengatakan, pihak berwenang AS seharusnya telah menangkap anggota-anggota Al-Qaeda Nawaf al-Hazmi dan Khalid al-Mihdhar, yang berada di pesawat yang menghantam markas-besar Kementerian Pertahanan di dekat Washington, tepat sebelum 11 September.
"Penyelidikan FBI saat itu dilakukan tanpa banyak urgensi atau prioritas," tulis Jendral Glenn Fine dalam laporan itu, yang diselesaikan pada November 2004. Sejumlah hasil penyelidikan mengecam FBI dan Badan Intelijen Pusat AS (CIA) karena mengabaikan tanda-tanda bahwa serangan-serangan terhadap New York dan Washington sedang direncanakan.
Hasil penyelidikan lain juga menyebut kasus-kasus Hazmi dan Mihdhar. Laporan itu mengatakan bahwa pada Januari 2000, seorang agen FBI yang bekerja dengan sebuah kelompok anti-teroris CIA memiliki informasi mengenai keterkaitan Mihdhar dengan Al-Qaeda.
FBI akhirnya mengetahui pada akhir Agustus 2001 bahwa kedua orang itu berada di AS. Pada 11 September, agen-agen kembali mencari kedua orang itu namun tidak bisa menemukan lokasi mereka pada saat serangan-serangan itu.
Pada saat FBI melakukan pencarian terhadap kedua orang itu, mereka tidak memiliki informasi sangat penting dari CIA dan menugasi seorang agen yang tidak berpengalaman dalam pencarian tersebut.
Sebuah petunjuk dari seorang agen FBI di Phoenix bahwa para pengikut Osama bin Laden, pemimpin Al-Qaeda, menjalani pendidikan di sekolah penerbangan AS tidak sampai ke tempat yang seharusnya karena perangkat lunak komputer yang sudah usang. "Kami mendapati kegagalan berarti dalam cara FBI menangani permasalahan ini," kata Inspektur Jendral Kementerian Kehakiman Glenn Fine.
FBI menyatakan, mereka telah memperbaiki kekurangan-kekurangan yang tersebut dalam laporan itu. Komisi independen 11 September yang menyelidiki serangan-serangan itu megecam kegagalan-kegagalan besar FBI dan CIA setahun lalu. (*/tut)