< >

Arroyo Dituding Curangi Pemilu

Sabtu, 11 Juni 2005 12:32
Kapanlagi.com - Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo diduga mencurangi pemilihan umum presiden silam. Dia menelepon seorang pejabat penyelenggara pemilu sekitar 11 kali setelah pemungutan suara, tepatnya pada Mei dan Juni 2004. Tudingan diungkapkan mantan Deputi Direktur Biro Penyelidik Filipina Samuel Ong dalam konferensi pers di Manila, Filipina.

Ong mengaku sebagai orang yang berbicara dengan Presiden Arroyo seputar pemilu silam seperti yang terekam dalam kaset yang beredar luas di masyarakat Filipina. Dia menegaskan, percakapan itu membahas upaya untuk memastikan kemenangan Arroyo. Ong mengungkapkan, diberi sebuah kaset oleh personel intelijen militer yang mengaku diberi tugas untuk menyadap telepon sejumlah orang, termasuk seorang pejabat komisi pemilu.

Ong juga mengklaim rekaman kaset yang dia miliki adalah induk dari semua kaset yang beredar sejak Senin silam.

Di sisi lain, demonstrasi memprotes kecurangan Arroyo terus berlangsung. Sedikitnya tiga orang dibekuk dalam unjuk rasa di dekat Istana Presiden Filipina. Pemerintah juga membantah semua tudingan dan menyebut rekaman yang diakui Ong adalah palsu dan dimunculkan untuk menyokong rencana makar. (lpt/tut)